Berita

ruslan/net

ToT MPR Makassar Ditutup dengan Luar Biasa

SENIN, 14 SEPTEMBER 2015 | 08:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Rangkaian kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, kerja sama MPR dengan Kopertis Wilayah IX Sulawesi resmi ditutup, Minggu (13/9).‎ Sosialisasi dengan metode Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainer ToT) itu diikuti oleh100 peserta dosen perguruan tinggi swasta se-Sulawesi sejak10-13 September 2015.

Pimpinan Badan Sosialisasi MPR sekaligus Ketua Fraksi Nasdem MPR Prof. Bachtiar Aly mewakili Pimpinan MPR didaulat menutup secara resmi penyelenggaraan ToT.  Hadir dalam seremoni penutupan resmi antara lain, Anggota Fraksi Golkar MPR Hardisoesilo, Anggota Fraksi PKB Mohammad Toha, Abggota Fraksi Gerindra MPR Andi Ridwan Wittiri, Anggota Kelompok DPD MPR Abraham Liyanto dan Anggota Fraksi Gerindra MPR Elnino M Husein Mohi.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Bachtiar Aly mengatakan bahwa yang luar biasa dari para peserta adalah tingkat responsifitasnya sangat tinggi dalam mendiskusikan soal-soal kenegaraan dan sistem ketatanegaraan Indonesia.  Dalam penyelesaian masalah, semuanya mengedepankan penyelesaian yang tanpa menimbulkan masalah.


Beberapa anggota MPR yang menjadi narasumber memberikan apresiasi saat berjalannya rangkaian kegiatan.  Anggota Fraksi Gerindra MPR Elnino M. Husein Mohi mengapresiasi agresifitas sebagaian besar peserta dalam melakukan diskusi dan pemberian masukan-masukan soal materi yang ditampilan.  Bahkan, beberapa peserta sampai sempat bersitegang satu sama lain untuk mempertahankan pendapat dan argumennya.

"Agresifitas dalam mempertahankan pendapat dan argumen yang dianggap benar baik apalagi soal sistem ketatanegaraan sangat dianjurkan tapi agresifitas yang mengedepankan intelektualitas jangan saling menjatuhkan tanpa didasari pemahaman akan materi yang diperdebatkan," ujarnya di Makssar, Sulses (Minggu, 13/9).

Anggota Kelompok DPD MPR Abraham Liyanto mengungkapkan kekagumannya pada para peserta ToT sebab dari 100 peserta ada 10 persen lebih jenjang pendidikannya S3, ada PhD dan ada Professor, kemudian 90 persennya jenjang pendidikan S2. Dalam diskusi, Abraham melihat banyak membicarakan soal implementasi mulai dari Pancasila, UUD, sampai ke TAP MPR.

"Tapi saya melihat memang implementasi penting tapi lebih baik jika memahami juga soal substansinya.  Dalam penyampaian materi banyak juga peserta yang sangat agresif dan mengarah ke emosional itu juga harus diperhatikan, sebab para peserta adalah dosen para pendidik yang akan mahasiswanya soal nilai-nilai luhur bangsa kita," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama Korrdinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof. Dr. Ir. Andi Niartingsih mengatakan bahwa selama mengikuti rangkaian kegiatan ToT ini para peserta telah direcharge pengetahuan dan pemahamannya soal Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.  

"Saya yakin sebelum mengkuti sosialisasi semua apeserta telah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik soal nilai-nilai luhur bangsa tersebut yang ada dalam Empat Pilar MPR RI cuma mungkin kadarnya yang berbeda-beda.  Dan begitu mengikuti sosialisasi ini akan bertambah kadarnya pengetahuannya. Dan bagi yang sudah tinggi kadar pemahamannya akan lebih bertanbah lagi dan mungkin saja ada hal-hal yang baru saja diketahui setelah mengikuti sosialisasi ini," terangnya.

Ada satu hal menarik dalam salah satu rekomendasi sosialisasi yang diberikan peserta kepada MPR RI menyatakan bahwa seharusnya frasa Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara dimunculkan kembali karena esesnsinya sangat penting dari hanya mempersoalkan frasa dan rekomendasi agar MPR RI melakukan kajian mendalam soal Garis-garis Besar Haluan Negara ( GBHN ). [ysa]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya