Berita

zulkifli hasan/net

Ketua MPR Ajak Anak Bangsa Bumikan Pancasila

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2015 | 12:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bercerita, pada tahun 1956 di hadapan Kongres Amerika Serikat, Presiden Pertama RI Soekarno berpidato menguraikan Pancasila. Selepas berpidato, para anggota kongres bertepuk tangan bahkan ada yang sampai berdiri sebagai rasa kagum.

"Mereka menyambut baik pidato Soekarno karena Pancasila mengandung nilai-nilai universal," kata Zulkifli saat memberikan orasi ilmiah pada acara wisuda Universitas Nasional, di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Minggu (13/9).

Apa yang dilakukan oleh Soekarno itu, lanjut Zulkifli, diulang kembali di hadapan para anggota PBB tahun 1960.


Zulkifli menjelaskan, pada masa-masa itu Soekarno menyangkal bahwa dunia terbagi dalam dua blok, komunis dan kapitalis. Menurut Soekarno masih ada jutaan rakyat lain yang tak menganut kedua blok itu. Rakyat itu bisa berada di Amerika Latin, Afrika, dan Asia.

Masih cerita Zulkifli, Soekarno menegaskan bahwa Indonesia tak dipimpin oleh kedua paham itu. Indonesia mempunyai paham sendiri yakni Pancasila. Pancasila nilai-nilainya terkandung di nusantara sejak berabad-abad yang lalu.

Lalu, setelah tujuh puluh tahun Indonesia merdeka, seluruh anak bangsa menurut Zulkifli harus merefleksikan Pancasila, apakah masih diterima atau tidak.

Dipaparkan kecenderungan global menciptakan teknologi baru dalam bidang komunikasi. Komunikasi yang ada membuat dunia tanpa jarak dan membuat peristiwa lokal dipengaruhi globalisasi. "Globalisasi menerpa seluruh dunia," ujar Zulkifli.

Menurut Zulkifli, globalisasi yang melanda Indonesia membuat munculnya gerakan demokratisasi di satu sisi, di sisi lain mengakibatkan munculnya desentralisasi hingga etno lokal.

Tak hanya itu, desentralisasi juga mengakibatkan adanya pasar bebas. Pasar bebas yang demikian massifnya mengakibatkan lemahnya perlindungan kepada rakyat, munculnya pelaku ekonomi yang tak terkendali, dan menjadikan pemerintah lemah dalam mengambil kebijakan karena tekanan dan pengaruh dari luar.

Untuk itu Zulkifli menekankan kembali agar semua anak bangsa membumikan Pancasila untuk menangkal segala hal negatif dari massifnya dampak globalisasi.

"Perlu semangat kerja sama dan solidaritas," demikian ketua umum PAN itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya