Berita

pramono anung/net

Pramono Anung: Alhamdulillah Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji Sebanyak 10.000

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2015 | 12:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi, yang diisi pertemuan maraton mulai dari Presiden Islamic Development Bank (IDB), Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI), Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral kedua pemerintahan, serta pertemuan Presiden Jokowi dengan sejumlah menteri negara tersebut telah memberikan hasil yang menggembirakan.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, hasil pertemuan maraton yang dilakukan oleh Presiden Jokowi itu adalah dikabulkannya permintaan permintaan untuk mendapatkan tambahan kuota haji kepada Indonesia.

"Alhamdulilah untuk tahun depan mendapatkan tambahan sebanyak 10.000," kata Pramono kepada wartawan di Istana Raja Faisal, Jeddah, Sabtu (12/9) malam waktu setempat atau Minggu (13/9) dinihari WIB.


Menurut Pramono seperti dilanasir dari laman setkab.go.id, Presiden Jokowi tetap mengharapkan kuota yang lebih tetapi perhari ini Raja telah memberikan jawaban melalui Menteri Urusan Agama yang sekaligus utusan khusus dari Raja.

Kenapa kuota haji menjadi penting bagi Indonesia? Jelas Pramono, dengan jumlah penduduk muslim yang besar dengan kuota haji yang sekarang ini, orang bisa antri 10 tahun baru bisa berhaji. Maka dengan demikian harapan Presiden Jokowi selain tambahan 10.000, akan ada lagi fight minta tambahan, dan mudah-mudahan tahun depan dapat kembali lagi seperti awal sekitar 200.000 untuk kuota Indonesia. Saat ini kuota haji Indonesia adalah 168.000 orang.

Pramono juga menyampaikan, bahwa Presiden Jokowi secara sungguh-sungguh memberikan perhatian pada perbaikan pelayanan haji. Ia menilai musibah jatuhnya crane yang merenggut banyak korban merupakan force majeure atau bencana karena adanya badai.

"Tetapi yang lebih utama adalah agar pelayanan haji kita itu dapat ditingkatkan. Walaupun sekarang ini sudah mengalami kemajuan tetapi bahwa ini masih banyak kekurangan untuk melakukan perbaikan," politikus PDI Perjuangan itu mengutip pernyataan Presiden Jokowi. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya