Berita

ilustrasi/net

Dermaga Kapal Pesiar Terintegrasi Banyuwangi Siap Beroperasi pada 2017

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2015 | 01:22 WIB | LAPORAN:

. Pengembangan kawasan Boom Marina Banyuwangi dimulai hari ini, Sabtu (12/9). Nantinya, tak hanya sebagai fasilitas pendukung berlabuhnya kapal layar ringan (yacht), namun dermaga ini juga akan terintegrasi dengan Pelabuhan Benoa di Bali dan Labuhan Bajo di NTT (Nusa Tenggara Timur).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, potensi wisata layar sangat besar dan bisa dioptimalkan untuk menggerakkan perekonomian lokal. Pada 2006, tercatat 75 "cruise calls" di seluruh wilayah Indonesia, lalu meningkat menjadi 403 cruise calls pada 2014. Pemerintah menargetkan 800 call dari kapal pesiar untuk tahun 2019 nanti. Apalagi selama ini kapal pesiar yang berlayar ke Indonesia banyak menuju ke daerah Indonesia bagian timur, seperti Bali dan Lombok.

"Dengan marina di Pantai Boom, Banyuwangi, ini diharapkan bisa mendukung target pemerintah dalam memacu wisata, khususnya wisata bahari," ujar Anas dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (12/9).


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan Pengembangan infrastruktur wisata bahari yang terintegrasi antara Banyuwangi, Bali dan Labuan Bajo akan mengoptimalkan potensi rute pelayaran di Indonesia. Tidak hanya profit bagi pengelola, namun juga memantik pengembangan kawasan dan kreativitas warga, sehingga memiliki economic value untuk peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

‎"Boom Marina Banyuwangi diharapkan menjadi bagian dari jaringan marina dunia sekaligus untuk mempromosikan wisata bahari Indonesia di dunia internasional," ujarnya.

Katanya, kawasan Boom Marina Banyuwangi akan dibangun diatas lahan seluas 44,2 hektar dengan konsep berbasis kearifan lokal dan Ramah lingkungan. diperkirakan proyek ini akan resmi beroperasi Tahun 2017 mendatang. Dimana saat itu Banyuwangi akan menjadi tuan rumah  event Fremantle to Indonesia Yacht Race dan Rally yang berlayar dari Australia serta berbagai agenda marina internasional lainnya.

"Pelindo III dan Kementerian Pariwisata bekerja bersama aktif melakukan promosi wisata Indonesia kepada operator kapal pesiar internasional seperti Seatrade Cruise Shipping Miami di Florida AS, Sales mission and Annual Cruise Down Under Conference di Australia, Cruise Shipping Asia di Singapura dan Seatrade All Asia Cruise Cenvention di RRC." tutup Djarwo. [ysa]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya