Berita

Catatan Imigrasi, Kejahatan Meningkat di tahun 2015

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2015 | 19:07 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Kabag Humas Ditjen Imigrasi, Heru Susanto mengatakan bahwa di tahun 2015, pelanggaran keimigrasian mengalami peningkatan yang signifikan.

"Pada tahun 2013 saja terdapat 17 kasus, tahun 2014 sebanyak 54 kasus dan sampai dengan bulan Agustus 2015 terdapat 56 kasus yang berarti peningkatan sebesar 69 persen selama dua tahun terakhir," kata Heru dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta, Jumat (11/9).

Tahun 2015 adalah tahun penegakan hukum bagi Ditjen Imigrasi. Di tahun ini, masyarakat masyarakat kembali dikejutkan dengan tertangkapnya Warga Negara (WN) Tiongkok dan Taiwan atas tindak pidana dunia maya atau cyber crime.


"Kejahatan ini dilakukan secara terorganisir dan melintasi batas negara dengan modus melakukan penipuan kepada warga negara asal di beberapa tempat di Indonesia," bebernya.

Maka dari itu, pihak Ditjen Imigrasi telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendalami kasus tersebut. Juga agar dapat mengungkap bagaimana organisasi ini bisa beroperasi.

"Menyingkap siapa-siapa saja yang terlibat baik ditingkat nasional maupun di negara lain yang menjadi dalang dan kaki tangan guna memformulasikan langkah antisipasinya," terang Heru.

Adapun status penanganan WNA yang diduga terlibat cyber crime. Di antaranya, 31 WN Tiongkok dan Taiwan yang tertangkap di Jakarta Utara. Kemudian, 92 WN Tiongkok dan Taiwan yang diserahkan oleh Polda Metro Jaya.

Selanjutnya, 28 WN Tiongkok dan Taiwan serta 1 WN Indonesia yang diamankan di Bandung, Jawa Barat. Serta, 48 WN Tiongkok dan Taiwan yang diciduk di Badung-Kuta. [sam]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya