Berita

Demokrat Minta Pemerintah Lebih Serius Tangani Kebakaran Hutan

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2015 | 19:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. ‎Ternyata pandangan pemerintah yang dikatakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo maraknya kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap diberbagai daerah yang hingga saat ini belum dinaikan statusnya menjadi bencana nasional dianggap berbeda dengan pandangan dari politisi Partai Demokrat Umar Arsal.

Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat yang juga Ketua Divisi Tanggap Darurat Dan Bencana DPP Partai Demokrat ini berpandangan maraknya kebakaran hutan yang terjadi diberbagai wilayah harus disikapi dengan serius oleh pemerintah Presiden Joko Widodo alis Jokowi.

‎Menurut dia maraknya kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap sangat terasa dampaknya bagi warga, seperti menganggu aktivitas warga dan kesehatan warga disekitar. Sehingga dalam pantaun dirinya Puskesmas dibanjiri penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Karena itu Umar berharap agar pemerintah lebih serius menangani maraknya kebakaran hutan, sehingga tidak berdampak kabut asap.

Perlu diatasi dengan cepat, sehingga setiap tahun tidak terjadi kebakaran hutan. Bilamana setiap tahun terjadi kebakaran hutan dampaknya kabut asap akan terjadi,” tegas Umar Arsal disela-sela memberikan bantuan kepada korban kabut asap di Riau, Kamis (10/9).

Kata Umar bahwa wilayah yang dikunjunginya itu banyak warga mengeluhkan penyakit ISPA. Disisi lain gat menganggu aktivitas warga yang ingin berpergian lantaran jarak pandang.

"Semenjak kemarin Partai Demokrat mendirikan posko banyak warga yang berdatangan mengeluhkan penyakit ISPA dan terus meningkat yang datang ke posko. Karena itu posko bencana yang kita siapkan yakni dokter khusus, dan juga menyediakan 60 ribu masker," tegas Umar Arsal.

‎Untuk itui, Umar kembali mengatakan bilamana tidak ditangani dengan cepat akan membahayakan masyarakat, salah satunya meningkatnya penyakit ISPA.

"Jadi kami anggap perlu diwaspadai dengan cepat, kalau perlu siaga satu agar kebakaran hutan tidak terjadi lagi," ujarnya.

Kembali dikatakan Umar bahwa tim penanggulan bencana sudah dilokasi sebelum hari ulang tahun Partai Demokrat ke-14 yakni pada tanggal 7 September 2015.

Semenjak dirikan posko banyak warga berbondong meminta masker dan oba-obat untuk antispasi penyakit ISPA.

"Kita berharap kehadiran tim DPP Partai Demokrat dapat membantu warga yang menjadi korban akibat kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap, seperti penyakit asma, jantung dan sebagaikan. Begitu menganggu aktivitas seperti penerbangan dan perjalanan transportasi akibat jarang pandang yang berbahaya," tegas politisi asal Kendari ini.

‎Lanjut Umar posko Partai Demokrat untuk penganggulan kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap tidak hanya di Riua, bahkan diberbagai daerah yang marak kebakaran hutan seperti Sumatera Barat, Jambi dan Pekanbaru.

"Permintaan masker terus meningkat, kita akan terus pantau," jelasnya.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya