Berita

nasaruddin umar/net

MENGENAL FIKIH KEBHINEKAAN (14)

Menghargai Toleransi

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2015 | 10:03 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

SALAH satu ciri Fikih Keb­hinnekaan (FK) ialah meng­hargai toleransi. Yang dimaksud toleransi di sini ialah suatu faham dan sikap yang menghargai pendapat, sikap, dan keberadaan orang atau kelompok lain tanpa mem­bedakan besar kecilnya kel­ompok itu. Dalam Islam toler­ansi sering disamakan dengan konsep tasamuh. Toleransi dalam beragama sering dihubungkan dengan toleransi internal dan eksternal umat be­ragama, menghargai keberadaan dan tidak me­maksakan kehendak kepada orang atau kelom­pok lain, sekalipun kelompok itu kecil.

FK menjunjung tinggi keberadaan orang atau kelompok lain, sungguhpun mereka non-mus­lim. Dalilnya dalam Islam amat banyak. Yang pasti Nabi Muhammad Saw tidak hanya men­ganjurkan toleransi terhadap penganut agama lain tetapi mencontohkannya sekaligus. Banyak tokoh yang hanya bisa bicara tentang toleransi tetapi dalam sikap dan tindakannya berbeda dengan apa yang sering dibicarakannya. Nabi dan para sahabatnya tidak pernah sedikit pun ragu untuk bekerjasama dan bertoleransi den­gan orang-orang non Islam karena dasarnya di dalam Al-Qur'an bergitu banyak dan begitu te­gas. Diantara ayat-ayat itu ialah:

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. (Q.S. al-Mumtahinah/60: 7-8). Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, ke­mudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (Q.S. al-Taubah/9: 6).


Nabi pernah didatangi delegasi non-muslim (Nashrani) Najran, negeri Yaman sekarang, ber­tanya kepada Nabi tentang Isa ibn Maryam. Lalu Nabi menjawab Dia adalah ruhullah wa kalima­tuhu, dan dia hamba dan rasul-Nya. Kelompok pemuda itu berkata: Apakah engkau siap kami cemooh jika kamu keliru? Nabi menanggapi: Apakah itu yang kalian kehendaki? Mereka men­jawab: Ia. Kemudian pemimpin mereka datang menegur mereka dengan mengatakan: Jangan cemooh orang ini, karena jika kalian melakukan­nya kita akan dihancurkan. Setelah itu ia meminta maaf kepada Nabi dan memintakan maaf juga kepada warganya yang lancang itu. Nabi menga­takan: Aku sudah memaafkan kalian. Demikian sikap toleransi Nabi terhadap orang lain.

Dalam riwayat lain, Safwan ibn Sulaiman meriwayatkan bahwa Nabi pernah mengatakan: "Barang siapa yang mendhalimi orang-orang yang menjalin perjanjian damai (mu’ahhad) atau melecehkan mereka, atau membebaninya ses­uatu di luar kesanggupannya, atau mengam­bil hartanya tanpa persetujuannya, maka saya akan menjadi lawannya nanti di hari kemudian" (HR. Bukhari-Muslim). Nabi juga banyak men­contohkan memberikan keprihatinan dan ban­tuan terhadap non-muslim, terutama bagi mer­eka yang berasal dari golongan tidak mampu.

Umar ibn Khaththab pernah berjumpa seorang kakek tua buta non-muslim sedang meminta-minta. Umar bertanya dari ahli kitab mana eng­kau? Dijawab: Dari agama Yahudi. Umar mem­bawa kakek tua buta itu ke rumahnya dan Umar membuatkan memo ke Baitul Mal yang isinya: "Tolong perhatikan orang ini dan semacamnya. Demi Allah, kita tidak menyadari kalau kita telah memakan hartanya lalu kita mengabaikannya di masa tuanya. Sesungguhnya sedekah untuk para fakir-miskin. Kaum fakir miskin itu ada dari kaum muslim dan ini dari kaum Yahudi". ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya