Berita

Spanduk Muhaimin Iskandar yang dipejeng di gedung DPR/net

Berambisi Boleh, Tapi Pandailah Ngukur Diri

"Muhaimin For President" Mejeng di DPR
SABTU, 05 SEPTEMBER 2015 | 10:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Spanduk "Muhaimin For Presiden" yang mejeng di pagar Gedung DPR jadi bahan obrolan para pegiat dunia maya. Sebagian onliner terbahak menanggapi spanduk tersebut. Sebagian lagi cuma geleng-geleng kepala.

Spanduk berjudul itu mulai terlihat di pagar pintu belakang Kompleks Parlemen, kemarin sore. Spanduk didominasi warna hijau tua dengan ukuran sekitar 5 meter x 1 meter.

Dalam spanduk, terpampang foto Cak Imin, sapaan akrab Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Berbalut jas hitam dan dihiasi peci, Cak Imin tersenyum sembari mengangkat tangan kanannya. Di sampingnya, terdapat kalimat dukungan, "Muhaimin for Presiden" dengan warna merah menyala.


Di bagian bawah spanduk terdapat nama pendukungnya, "CIM Community". Sementara di sisi kanan atas terdapat lambang ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU). Belum diketahui siapa yang memasang spanduk nyeleneh tersebut.

Sekjen PKB Abdul Kadir Karding mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk ini. Dia mengaku tengah memerintahkan orang mencabut spanduk ini. "Saya lagi suruh cabut," kata Karding, kemarin. Ia rupanya kurang sreg dengan kemunculan spanduk itu. Apa alasannya, Karding tidak mengungkapkan.

Bekas politisi PKB, Effendi Choiri atau Gus Choi ikut menanggapi spanduk ini. Dia berpesan, agar Cak Imin ngaca. "Manusia boleh berambisi, tapi harus bisa ukur diri. Ukurannya, nyandhak (sampai) atau tidak. Perilaku politik bisa berbeda dan beragam. Tapi, ojo nggilani," ujarnya.

Berita kemunculan spanduk Cak Imin ini bikin heboh di media sosial. Mayoritas pengguna Twitter hanya tertawan geli. Seperti akun @panca66. "Kamu ketahuan," cuitnya sembari manutkan icon senyum. Senada, @semiaji_w, kaget jika benar spanduk ini inisiatif Muhaimin Iskandar atau Partainya, PKB. "Wadouw Imin. Korslet," tulisnya, disambut akun yang cukup serius mengomentari. "Arogan," cuitnya singkat sembari menautkan berita terkait.

Sementara, komentar-komentar pembaca di link-link berita terkait lebih rame. Pembaca bernama Chandra Lesmana menyebut, pendukung yang memasang spanduk tersebut belum bangun tidur. Alias masih ngimpi. "Mungkin CIM Community adalah Cak Imin Community yang terdiri dari sanak saudara dan tetangga yang bersangkutan. Pengurusnya lagi ngelindur, kirain bangun tidur sudah tahun 2019 dan 1 USD Rp. 6.000. Sana bobo lagi tong," sindirnya, pedas.

Sedangkan Primo Hadijah menyebut, bisa jadi ada target tertentu dari PKB dengan memunculkan isu ini. "Ini anak gendeng aja, tapi mungkin target dia ngegantiin Wapres kalau kena impeachment gara-gara skandal Pelindo," tulisnya menganalisa.

Sementara yang lain kebanyakan meminta para pendukung Muhaimin for Presiden dan Cak Imin untuk berkaca diri. Seperti pembaca bernama Budi Sikumbang. "Menjijikan... Rek... Ngaca," tulisnya disambut pembaca bernama Heny Widyastuti. "Ha..ha..ha... ojo nggilani arti yang lebih tepat adalah jangan menjijikkan. Memang menjijikkan sekali sekaligus mengundang tawa spanduk seperti itu," tulisnya. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya