. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sementara, Johan Budi SP tak memiliki persiapan khusus guna menjalani uji kepatutan dan kelayakan (Fit and propert tes) yang berlangsung di DPR RI.
Mantan jurubicara KPK itu mengaku hanya akan mengikuti aturan main dan prosedur yang berlaku.
"Saya ikuti saja prosesnya, saya hanya menjalankan proses yang telah dilakukan oleh pansel untuk seleksi Pimpinan KPK," jelas Johan saat dikontak Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/9).
Johan juga mengaku akan menyerahkan sepenuhnya kepada DPR RI mengenai nasibnya. Lolos atau tidak lolos dalam tes, Johan tetap menghormati keputusan para legislator di Komisi III itu. Begitu juga soal isu adanya penjegalan di DPR.
"Saya ikuti saja prosesnya, mengenai persiapan, tidak ada yang khusus. Soal lolos atau tidak di DPR, sepenuhnya saya serahkan penilaian kepada DPR, siapa yang terbaik menurut mereka. Kita hormati apapun putusan DPR," tandas pria yang juga pernah berkarir menjadi Deputi Pencegahan KPK ini.
Selain Johan Budi, ada tujuh capim lain yang lolos. Mereka yakni, Saut Situmorang dari BIN; Surya Tjandra seorang advokat publik; Alexander Marwata dari Hakim Ad Hoc Tipikor; Brigjen Pol Basaria Panjaitan dari kepolisian; Agus Raharjo yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Barang dan Jasa Pemerintah; Sujanarko, Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Sama antar Komisi KPK dan Laode M Syarif, Lektor FH Unhas.
Selain 8 nama itu, ada dua nama yang sudah lolos terlebih dahulu. Yaitu, Busyro Muqoddas dan Roby Arya Brata. Jadi, 10 nama itu akan mengikuti tes uji kelayakan dan kepatutatn di Komisi III awal September 2015 ini.
[sam]