Berita

Hukum

Lima Anak Buah Ahok Diperiksa dalam Kasus Korupsi Tata Air

SENIN, 31 AGUSTUS 2015 | 20:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kejaksaan Agung terus menyelidiki kasus dugaan korupsi Dana Swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat tahun anggaran 2013.

Hari ini, Korps Adhiyaksa memeriksa lima anak buah Gubernur Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai saksi.

Saksi yang diperiksa adalah Kepala Seksi Kecamatan Kebon Jeruk Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakbar, Rd, dan empat orang staf Seksi Kecamatan Kebon Jeruk Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air, yakni Salim, Aswad, Surana dan Samsudin.


"Kelima saksi hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00," terang Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Tony T Spontana melalui penjelasan tertulis kepada redaksi, Senin (31/8) malam.

Materi pemeriksaan, jelas Tony, pada pokoknya terkait kronologi pekerjaan pemeliharaan infrasturktur saluran lokal, pemeliharaan saluran drainase jalan, pengerukan dan perbaikan saluran penghubung, dan refungsionalisasi kali, dan penghubung di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk yang dilaksanakan oleh para saksi yang berlangsung pada periode April-Agustus 2013.

Pemeriksaan juga terkait pertanggungjawaban hasil pelaksanaan pekerjaan, dan mengenai dokumen-dokumen nama-nama pekerja program tersebut yang diduga fiktif.

Terkait kasus ini, jelas Tony lagi, sudah ditetapkan tiga orang tersangka yakni Wagiman, Kepala Bidang Sistim Aliran Barat Dinas Tata Air Propinsi DKI Jakarta, Monang Ritonga selaku Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistim Aliran Timur Dinas Tata Air Propinsi DKI Jakarta dan Pamudji, PNS/Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Pusat.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya