Berita

adnan pandu praja/net

Politik

KPK Luncurkan Program Pilkada Berintegritas 2015

SENIN, 31 AGUSTUS 2015 | 17:39 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Guna memastikan pilkada serentak yang akan digelar di 269 daerah berjalan bersih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan Program Pilkada Berintegritas 2015.

"KPK dalam tahun politik mencoba berperan sebagai trigger agar pelaksanaan pilkada berjalan dengan baik," kata Komisioner KPK Adnan Pandu Praja, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (31/8).

Adnan melanjutkan, pilkada serentak nantinya bakal menentukan wajah daerah selama lima tahun ke depan. Apakah daerah tersebut dapat keluar dari belenggu korupsi atau tidak.


"Pilkada kuncinya, apa pilkadanya koruptif? Kalau biaya kampanye besar, gaji mereka nantinya belum tentu cukup ganti," jelas dia.

KPK, kata dia, mengajak para stakeholders, mulai dari KPU, Bawaslu, hingga masyarakat, untuk memastikan memastikan pilkada bersih. Melalui Program Pilkada Berintegritas 2015, lembaga antikorupsi nantinya mengadakan sosialisasi di sembilan provinsi dan dua kabupaten/kota.

"Semoga gerakan itu bertransformasi jadi gerakan besar," ucap dia.

Adnan berharap, dengan adanya kegiatan ini, pilkada dapat menghasilkan kepala daerah yang bebas dari korupsi.

"Kepala daerah yang terpilih semoga tak tertangkap KPK," harapnya. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya