Berita

Puan Maharani/net

Wawancara

WAWANCARA

Puan Maharani: Tak Ada Lagi Kegaduhan di Kabinet, Kami Sepakat Untuk Kompak & Solid

RABU, 26 AGUSTUS 2015 | 10:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kegaduhan Kabinet Kerja kini sudah berlalu setelah Menko Kemaritiman Rizal Ramli dipanggil Presiden Jokowi.

"Kami sudah sepakat untuk lebih kompak, solid. Tidak mem­buat pernyataan yang gaduh, bahkan menimbulkan spekulasi yang sensasional," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, di Jakarta, Senin (24/8).

Sebelumnya kabinet sempat gaduh tak lama setelah lima menteri dan Seskab baru dilantik karena ada perbedaan pandangan antara Wapres Jusuf Kalla dengan Menko Maritim Rizal Ramli.


Apa benar masalah ini sudah selesai? Simak wawancara selengkapnya dengan Puan Maharani berikut ini:

Apa saja kesepakatan untuk solid itu?
Tak akan ada lagi pernyataan kontroversial yang akan dilon­tarkan ke publik. Segala hal yang berkaitan dengan kinerja atau kerja akan dibicarakan secara internal di dalam tanpa mem­berikan informasi atau kegadu­han di luar.

Sudah tidak ada masalah antara Wapres JK dan Menko Maritim Rizal Ramli?

Alhamdulillah sudah oke. Seperti sepengetahuan saya, baik-baik saja. Walaupun pada saat itu terjadi perbedaan, alhamdulillah sudah baik sekarang.

Apa yang terjadi pada sidang kabinet, Rabu (19/8) lalu?
Di situ disepakatinya anggota kabinet tidak akan membuat pernyataan yang bisa membuat gaduh. Disepakati pula segala hal yang berkaitan dengan ki­nerja kabinet akan dibahas di internal, tanpa memberikan in­formasi atau kegaduhan di luar. Alhamdulillah setelah sidang kabinet yang terakhir, kita sudah sepakat bahwa kita akan lebih kompak, solid, tidak membuat pernyataan yang gaduh, bahkan menimbulkan spekulasi yang sensasional.

O ya, revolusi mental be­lum berjalan maksimal, ini bagaimana?
Saya mengajak masyarakat melakukan revolusi mental. Bisa dimulai dengan tidak melakukan lawan arus saat berkendara dan tidak buang sampah sembarangan. Semua elemen bangsa harus tergugah untuk melakukan bersama-sama.

Bukankah mewujudkan revolusi mental perlu penega­kan hukum?
Revolusi mental perlu dilakukan bersama-sama, tak bisa dilakukan sendirian. Gerakan ini dilakukan secara bersama-sama. Nanti akan kita follow up. Revolusi mental harus didasari dengan penyatuan tekad dan niat dari dalam diri. Kita melakukan pencanangan tekad revolusi mental. Tentu saja yang lebih penting adalah menyatukan niat kita untuk melakukan revolusi mental serta tekad yang ada da­lam diri.

Apa harapan Anda?
Saya berharap kita dapat mem­berikan warna dalam Gerakan Nasional Pembangunan Revolusi Mental. Sebagai kementerian yang menaungi revolusi mental, kami harus menggaungkan hal tersebut.

Kenapa sulit mewujudkan revolusi mental itu?
Revolusi mental bukan meru­pakan pekerjaan satu atau dua hari. Namun harus menjadi proyek jangka panjang. Dulu pun Bung Karno mengatakan bahwa ini gerakan jangka pan­jang. Di mana kita dapat mela­hirkan manusia-manusia baru yang ada etos kerjanya. Bukan hanya menjadi jargon. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya