Berita

rizal ramli/net

Politik

Rajawali, Jatayu, dan Rahwana…

Memaknai Jurus Rajawali Ngepret-nya Dr Rizal Ramli
SELASA, 25 AGUSTUS 2015 | 10:10 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

MAESTRO pelukis dunia Raden Saleh Syarief Bustaman memakai simbol banteng buat menggambarkan perlawanan rakyat pribumi terhadap penjajah.

Pemerintah kolonial Belanda dia simbolkan sebagai dua ekor singa yang lagi mengeroyok banteng. Inti lukisan yang menceritakan banteng melawan singa itu diberinya judul Singa Dan Banteng, yang dia bikin di Paris tahun 1848.

Sukarno yang penggemar wayang juga gemar menggunakan simbol-simbol seperti burung Jatayu dan tokoh Bima alias Werkudoro, yang merupakan bapak dari Gatot Kaca yang perkasa.


Jatayu adalah eyewitness (saksi mata) bagaimana Dewi Shinta diculik oleh Rahwana.

Burung pemberani dan setia kepada raja itu kemudian melakukan perlawanan keras terhadap Rahwana yang merupakan simbol angkara murka, ketamakan, dan keserakahan.
Selanjutnya Jatayu melaporkannya kepada Rama.

Rahwana alias Prabu Dasamuka alias Raja Seribu Wajah adalah pemimpin gerombolan raksasa yang bukan saja menakutkan bagi rakyat, tetapi juga komplotan di bawah asuhan Rahwana ini dilukiskan suka merampas hak-hak rakyat.

Berkat laporan Jatayu-lah semua kejahatan Rahwana terungkap.

Menurut cerita, untuk mengakhiri riwayat Rahwana, Rama menggunakan senjata Brahmasta yang tidak biasa.

Senjata ini menembus dada Rahwana dan merenggut nyawanya seketika.

Ada versi lain menyebut bahwa sebenarnya Rahwana mati moksa belaka, yaitu berganti wujud dalam bentuk lain, antara lain berubah menjadi gelembung-gelembung udara atau oksigen yang kemudian menjadi biang dari segala kejahatan ketika terhirup oleh umat manusia.

Demikianlah cerita-cerita mitos dan juga kisah-kisah faktual di atas, yang berisi pesan bahwa perjuangan umat manusia dan tindakan-tindakan heroisme dalam mencapai kebenaran seringkali mencakup simbol-simbol yang merepresentasikan semangat, keberanian, kesungguhan, keberpihakan, dan kemauan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

Belum lama ini Menko Maritim Dan Sumber Daya, Dr Rizal Ramli, memperkenalkan kepada publik istilah Rajawali Ngepret.

Banyak yang mengatakan bahwa penggunaan simbol Rajawali ini juga merepresentasikan semangat, keberanian, kesungguhan, keberpihakan, dan kemauan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

Tentu konteks perbaikan keadaan yang dimaksud bukan untuk Negeri Astina atau Negeri Alengka sebagaimana karangan dalam kisah-kisah wayang, melainkan adalah buat Indonesia. [***]

Dikutip dari halaman 1 koran Rakyat Merdeka, edisi Selasa 25 Agustus 2015.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya