Berita

Agus Hermanto/net

Wawancara

WAWANCARA

Agus Hermanto: Yang Paling Dibutuhkan Rakyat Miskin Saat Ini Adalah Makan

KAMIS, 20 AGUSTUS 2015 | 09:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah dinilai terlalu fokus untuk pembangunan infrastruktur. Padahal, kebutuhan rakyat yang mendesak saat ini adalah sandang, pangan, dan papan.
 
Usai mendengarkan pidato Presiden Jokowi mengenai nota keuangan 2016, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto langsung mengkritik kebijakan pemerintah yang cenderung fokus pada pem­bangunan infrastruktur.

Politisi Partai Demokrat itu me-warning bahwa menurun­nya daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi yang ber­dampak domino. Di antaranyadunia usaha gulung tikar, hing­ga pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, yang berujung pada semakin ruwet­nya persoalan ekonomi.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur adalah program jangka panjang, yang tidak akan mampu menjawab persoalan masyarakat miskin saat ini, yaitu kebutuhan pangan, sandang dan papan. Berikut kutipan seleng­kapnya:

Bukankah pembangunan infrastruktur itu bagus?
Bagus, tapi ini untuk jangka panjang. Tapi jangka pendek rasanya yang paling penting adalah menâ€"guatkan daya beli masyarakat. Sekarang daya beli masyarakat menurun.

Kalau tidak fokus pada pen­guatan daya beli masyarakat, memangnya apa yang akan terjadi?
Kalau tidak dikuatkan nanti perusahaan-perusahaan yang ada bisa PHK, bisa bangkrut, dan pengangguran tambah banyak. Berarti makin jelek ekonomi. Catatan saya yang paling penting adalah tentunya Pak Jokowi juga harus fokus kepada kemampuan daya beli masyarakat untuk ditingkatkan.

Bukankah pembangunan infrastruktur itu yang lebihmenentukan perbaikan ekono­mi?
Justru short-term ini yang lebih menentukan dari pada long-term.

Jadi baiknya pemerintah harus ubah fokusnya?
Program yang harus dilak­sanakan sesegera mungkin, yaitu menguatkan daya beli.

Bagaimana dengan govern­ment expenditure?
Masyarakat menengah ke atas memang bisa dengan govern­ment expenditure, dengan ang­garan terserap. Tapi sekarang ini anggaran terserap weleh-weleh.... Ada yang masih 10 persen.

Ini merupakan suatu hal yang menyulitkan untuk mencapai program-program yang bisa dilaksanakan. Untuk program masyarakat menengah ke atas memang betul bisa mengguna­kan Government Expenditure.

Untuk masyarakat menen­gah ke bawah bagaimana?
Untuk program masyarakat menengah ke bawah, untuk si kecil, rakyat miskin menurut kami harus menguatkan daya beli masyarakat.

Konkretnya untuk mening­katkan daya beli masyarakat itu bagaimana?
Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, kalau tidak punya uang ya harus diberi uang. Bahasa politiknya seperti itu.

Artinya?
Itu artinya pemerintah harus mengucurkan subsidi. Subsidi sekarang tidak difokuskan ke­pada itu, fokusnya kepada in­frastruktur.

Kan sudah ada program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan lainnya, apa itu belum cukup?
Betul, ada KKS, ada Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan lain sebagainya, tapi ini kan second line. Kan yang paling penting sekarang makan, pangan, sandang, papan dan lain-lain. Menurut saya saat ini rakyat harus mampu membeli, itu dulu. Harapan saya ekonomi kita membaik, secepatnya. Sekarang ini menurut saya ekonomi kita sudah mengalami krisis.

Pemerintah sedang mengu­curkan bantuan Rp 500.000 per keluarga untuk delapan persen masyarakat miskin lewat Program Keluarga Harapan (PKH). Apa itu belum cukup?
Menurut saya hal seperti itu harus lebih diperbanyak lagi, tidak hanya seperti itu.

Apanya yang perlu diper­banyak?
Programnya. Karena yang pertama kali harus menguat­kan daya beli masyarakat. Bagaimana nasib masyarakat di bawah kalau tidak dikasih sub­sidi untuk kebutuhan pangan, sandang, papan. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya