Berita

Agus chaeruddin/net

Ahok Didesak Evaluasi Sekda Pungut Setoran dari Guru Honorer

SELASA, 18 AGUSTUS 2015 | 04:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‎ Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dinilai gagal mewujudkan janji meningkatkan kesejahteraan guru honorer dengan mengutamakan pengangkatan mereka menjadi PNS.

Penilaian tersebut disampaikan ‎Direktur Eksekutif I‎ndonesia For Transparency And Akuntability (INFRA) ‎Agus Chaerudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (18/8).‎

Janji memperbaiki nasib guru honorer, kata Agus, terbukti tidak didukung oleh kebijakan yang dibuat. Malah, Sekda DKI Saifullah diduga kuat mewajibkan setoran bagi guru honorer jika ingin diangkat PNS.

‎Praktik tersebut dilakukan melalui oknum-oknum kaki tangan Sekda di Dinas Pendidikan.

‎"Indikasi tersebut sejalan dengan dibatalkannya proyek rehab gedung sekolah oleh gubernur karena saat Kadis Pendidikan era Lasro Marbun tidak ada proyek tersebut. Tapi sejak berganti Kadis Pendidikan (Arief Budhiman) jadi "royal" proyek rehab gedung sekolah," paparnya.‎

Agus justru mempertanyakan kebijakan Saifullah dan Arief yang terkesan tidak ingin ada transparansi dalam proses pengangkatan guru honorer menjadi PNS.

‎Dia juga mempertanyakan keduanya seolah-olah tidak punya keinginan untuk meningkatkan mutu pendidikan anak didik di ibukota dengan cara meningkatkan kesejahteraan para guru honorer dengan mengangkatnya menjadi PNS.

‎Padahal‎, menurutnya, hal itu merupakan wujud realisasi dari visi-misi pemerintahan era Jakarta Baru yang dijanjikan Ahok pada kampanye pilkada 2012 lalu.

‎"Karena itulah kami mendesak Gubernur Ahok utntuk mengevaluasi kinerja dan komitmen Sekda serta Kadis Pendidikan wujudkan visi-misi janji Pilkada, terutama dalam rekrutmen PNS dari guru honorer," kata Agus.

‎"Kami juga mendesak Gubernur Ahok untuk melakukan transparansi system dan persyaratan rekrutmen PNS dari guru honorer," tukasnya.[dem

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya