Berita

Rofi Munawar/net

Senayan Minta Pemerintah Perbaiki Manajemen Stok Daging Sapi

JUMAT, 14 AGUSTUS 2015 | 07:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. DPR RI meninta pemerintah agar serius memperbaiki infrastruktur logistik dan manajemen stok nasional terkait daging sapi. Hal ini diperlukan agar proses distribusi dari berbagai sentra produksi nasional bisa berjalan efisien ke pusat-pusat konsumsi nasional.

"Jika ini terjadi bukan hanya konsumen yang diuntungkan karena harga yang terjangkau, namun juga peternak nasional karena mendapatkan keuntungan yang maksimal," kata Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Rofi Munawar menanggapi kelangkaan daging sapi, di Jakarta, Jumat (14/8).

Rofi menjelaskan, kelangkaan daging sapi yang terjadi saat ini karena adanya ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan konsumen. Situasi ini, akan terus menjadi jeratan alamiah tahunan, sepanjang produksi daging sapi lokal tidak maksimal maka importasi menjadi satu-satunya jawaban untuk mestabilitkan tata niaga daging sapi nasional.


Menurutnya, ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan berdampak terhadap kenaikan harga daging sapi di pasaran. Pada umumnya kenaikan tersebut sulit untuk turun kembali kecuali adanya intervensi kebijakan reaksioner seperti importasi dan pelepasan stok. Kelangkaan dan mahalnya daging sapi, sambung Rofi, akan terus berlangsung selama perubahan harga yang cepat tidak diimbangi dengan perubahan pada sisi produksi.

Rofi menambahkan, secara umum berdasarkan observasi terjadi kelangkaan populasi ternak sapi lokal dan hal ini yang sangat dikhawatirkan. Situasi ini, lanjut legislator asal Jawa Timur itu, dipertegas pada daerah sentra konsumsi, peran sapi dan daging impor untuk memenuhi permintaan konsumen semakin meningkat. Menurutnya, tidak mengherankan akibat rendahnya kuota impor berpengaruh langsung terhadap kelangkaan dan mahalnya daging sapi di daerah yang didominasi daging impor seperti Jakarta dan Jawa Barat.

Saat ini, masih kata Rofi, industri daging sapi di Indonesia mengalami masalah yang sangat kritis. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya harga dan permintaan daging sapi. Namun, ironisnya disisi lain juga menurunnya persediaan daging sapi, serta meningkatnya persaingan karena adanya kompetisi dari daging impor. Menurutnya, ketika stok persediaan berkurang atau tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, harga daging sapi ini akan semakin meningkat. Selain itu, kebijakan untuk melakukan impor daging sapi tidak menguntungkan peternak sapi lokal.

"Tekanan untuk melakukan impor memang pada akhirnya menjadi satu-satunya jalan bagi pemerintah untuk menstabilisakan harga daging sapi di pasaran, namun di sisi lain sesungguhnya semakin menunjukan ketidakberdayaan pemerintah dalam mengatur tata niaga daging sapi nasional," tegasnya.

Diketahui, sejak Ahad (9/8), aksi mogok jualan dilakukan oleh para pedagang sapi. Karena frustasi akibat merosotnya penjualan daging akibat meroketnya harga daging sapi pasca Lebaran. Harga daging sapi saat ini masih dijual seharga Rp120.000/kg, atau naik sejak sebelum lebaran lalu yang masih dibanderol seharga Rp110.000/kg. Sementara harga karkas (daging dan tulang) yang dijual di rumah jagal sudah mencapai Rp94.000/kg. Sementara, sebelum lebaran karkas masih dipatok seharga Rp86.000/kg, dan saat normal sebesar Rp80.000/kg. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya