Berita

Organisasi Tani Bentuk Posko Pemantauan Dampak Kekeringan

KAMIS, 13 AGUSTUS 2015 | 16:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejumlah organisasi tani membentuk Posko Pemantauan Dampak Kekeringan. Posko didirikan untuk memantau bencana kekeringan yang berdampak pada terganggunya upaya mewujudkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani dan masyarakat pedesaaan.

Organisasi tani yang terlibat adalah SPI, API, IHCS, ISMPI, POPMASEPI, HMPTI dan FKK HIMAGRI.

"Sebagai organisasi tani, organisasi mahasiswa pertanian dan masyarakat umum, kami merasa perlu membentuk upaya luar biasa menyikapi bencana kekeringan. Untuk itu, kami membentuk Posko Pemantauan Dampak Kekeringan," kata Ketua Umum SPI, Henry Saragih di Jakarta, Kamis (13/8).


Dia mengatakan posko bertujuan memantau bencana kekeringan yang terutama berdampak pada lahan pertanian dan tanaman pangan. Selain itu, posko juga akan mendata kerusakan, menyambung suara petani atau korban bencana, dan mengawasi kebijakan penanggulangan bencana kekeringan yang dilakukan oleh pemerintah.

Yang lebih penting lagi, posko ini juga memberikan rekomendasi tidak hanya respons tapi juga usaha pencegahan dalam jangka menengah dan panjang.

Posko sudah bergerak dan sejauh ini sudah mendapat laporan awal bencana kekeringan dan respon petani di sejumlah daerah, antara lain di Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.

Di Sumatera Barat misalnya, anggota SPI melaporkan kekeringin terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Agam. Lebih dari 375 hektar padi terancam gagal panen. Selain padi, petani sayuran juga mengalami penurunan hasil panen sebanyak 30-35 persen. Biasanya, pada musim tanam kedua ini petani bisa bercocok tanam dan juga menghasilkan padi. Tapi kali ini, 80 persen lahan pertanian di dua kabupaten ini gagal panen.

Sementara Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial ekonomi Pertanian Indonesia (Popmasepi) melaporkan di Jawa Barat diperkirakan 60 ribu hektar sawah terkena dampak bencana kekeringan.

"Seluas 9 ribu hektar diantaranya mengalami puso," demikian Henry.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya