Berita

gor paluta

'Nyanyian' Gatot Ditunggu-tunggu Masyarakat Paluta

KAMIS, 13 AGUSTUS 2015 | 09:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pasca penetapan Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masyarakat Sumatera Utara (Sumut) berharap KPK mengusut tuntas asal usul kasus suap hakim PTUN Medan yang menyeret Gatot, yaitu kasus dana Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut 2011-2013.

Demikian disampaikan Ketua Divisi Advokasi dan Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut, Irvan Hamdani Hasibuan dalam perbincangannya dengan redaksi, Kamis (13/8).

Salah satu yang patut dicurigai adalah dana BDB Pemprov Sumut ke Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).


Irvan mengatakan, dana BDB ke Kabupaten Paluta naik signifikan jelang Pilkada Gubernur Sumut 2013 lalu. Yaitu, Rp 32.512.160.000 (tahun 2011), Rp 121.536.412.000 (tahun 2012) dan Rp 169.888.370.000 (tahun 2013). Kuat dugaan kucuran dana tersebut beraroma korupsi.

Salah satu alasannya adalah, gedung olahraga (GOR) Kabupaten Paluta yang berasal dari dana BDB diperkirakan memakan dana sekitar Rp 2 miliar lebih, namun sampai sekarang pekerjaan belum selesai dan terbengkalai.

"Begitu juga dengan pembangunan kantor camat di beberapa kecamatan tidak difungsikan," tambah Irvan.

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa dana BDB yang disalaurkan Gatot sewaktu memimpin Sumut tidak tepat sasaran. Naiknya dana BDB secara signifikan kepada kabupaten/kota tertentu bukan tanpa alasan. Ini salah satu trik Gatot untuk memenangkan Pilkada Gubernur Sumut 2013. Bupati atau walikota yang mendukungnya, BDB-nya akan ditambah.

"Untuk itu saya berharap pihak KPK atau Kejagung untuk segera turun ke lapangan menindaklanjuti penyalahgunaan dana BDB ini," demikian Irvan. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya