Berita

andi widjojanto/net

Ini Kata JK Soal Alasan Andi Widjojanto Didepak dari Kabinet

KAMIS, 13 AGUSTUS 2015 | 06:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pencopotan Andi Widjojanto dari posisi sebagai Sekretaris Kabinet dianggap banyak kalangan tak terlalu mengejutkan.

Selain berkali-kali membuat kekeliruan dalam menyusun teks pidato presiden, ketidakmampuan Andi membangun komunikasi yang baik dan efektif baik diantara para menteri maupun antara pemerintah dengan parlemen dan lembaga negara lainnya menjadi alasan Andi layak di-PHK.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membenarkan alasan-alasan tersebut menjadi bahan pertimbangan Andi dicopot. Tak hanya alasan teknis, Andi juga didepak dari kabinet karena faktor politik.


"Dalam pemerintahan disamping selain masalah teknis memang faktor politik juga tidak bisa dihindari," ujar JK kepada media tadi malam.

Menurut JK, dalam kondisi saat ini dibutuhkan adanya harmoni antara anggota kabinet. Kabinet harus solid sehingga berbagai permasalahan yang ada bisa diatasi. Dalam konteks ini, Andi tidak menunjukkan perannya.

"Tim harus haromoni dengan lingkungannya, makanya harus ada penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi yang ada. Harus disesuaikan tim kita ini," imbuhnya.

Faktor politik apa yang melatari Andi harus dicopot? JK memberi sinyal Andi kerap membuat presiden Jokowi tampil salah yang pada akhirnya membuat Jokowi tersudutkan dalam pandangan publik.

"Masalah politik ini luas sekali," tukasnya.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya