Berita

Roem Kono/net

Wawancara

WAWANCARA

Roem Kono: Saya Ingin Menyatukan Kembali Seluruh Kekuatan Partai Golkar

RABU, 12 AGUSTUS 2015 | 09:08 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Di tengah konflik internal yang menimpa sejumlah par­pol, organisasi pendiri Partai Golkar Musyawarah Keke­luargaan Gotong Royong (MKGR) tetap eksis. Organisasi yang pada tahun 1964 menginisiasi lahirnya Partai Gol­kar ini terus bertahan di tengah konflik dualisme partai.

Tak lama lagi ormas MKGR pun akan menggelar acara Musyawarah Besar (Mubes) VIII di Bandung, pekan ini, untuk memilih calon Ketua Umum MKGR masa bakti 2015-2020.

Salah satu nama disebut-sebut sebagai calon terkuat Ketua Umum MKGR, yakni Roem Kono, yang jauh-jauh hari sudah mendapat restu dari Ketua Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono untuk menjadi Ketua Umum MKGR.


Roem menyadari akan penting­nya keberadaan ormas MKGR di Partai Golkar. Katanya, jika or­mas pendiri partai ini kuat, maka Partai Golkar pun akan berjaya di Pemilu 2019. "Saya maju sebagai calon ketum MKGR karena ingin menjadikan ormas ini sebagai instrumen atau jem­batan untuk menyatukan kem­bali kekuatan Partai Golkar," katanya di Jakarta, kemarin.

Berikut Kutipan Selengkapnya:

Bagaimana Anda melihat persoalan dualisme yang ter­jadi di internal Partai Golkar saat ini?
Sebagai kader Golkar tentu saya prihatin. Makanya itu saya ingin berperan dan berkontri­busi menyatukan kembali pihak-pihak yang berbeda di partai, baik itu pihak Pak Aburizal ataupun Pak Agung yang sama-sama saya hormati.

Cara Anda menyatukan kembali pihak yang konflik di Partai Golkar?
Banyak cara sebenarnya yang akan saya lakukan. Bisa melalui komunikasi personal dengan Pak Aburizal atau Pak Agung atau melalui komunikasi organisato­ris melalui MKGR.

Komunikasi organisatoris maksudnya?
Begini, dengan menjadi Ketua Umum MKGR. Melalui ormas pendiri Golkar ini saya lebih memiliki instrumen atau kekua­tan untuk berkomunikasi secara egaliter dengan Pak Aburizal dan Pak Agung. Tentunya seba­gai kader Partai Golkar, kapasi­tas saya tetap anak buah beliau. Tidak akan saya melangkahi.

Apakah harus sampai memimpin ormas pendiri?
Memang tidak mutlak. Tapi untuk menyatukan kembali Partai Golkar itu salah satunya caranya. Kita perlu memiliki perangkat organisasi dari daerah hingga pusat. Nah MKGR ormas besar yang memiliki kader dari Sabang-Merauke. Dengan ban­tuan dan melibatkan kader ini, strategi rekonsiliasi yang sudah ada di benak saya bisa lebih efektif diejawantahkan.

Pak Aburizal dan Agung sudah tahu Anda akan maju sebagai calon Ketua Umum MKGR?
Tentu dong. Saya sudah lapor, dan Alhamdulillah mendapat restu dari Partai Golkar, Pak Aburizal Bakrie dan Pak Agung untuk menjadi calon Ketua Umum MKGR. Jika saya ter­pilih, saya akan membuka diri menjadi cerminan rekonsiliasi kedua belah pihak, yakni Pak Ical dan Pak Agung. Mereka negarawan-negarawan besar tidak mungkin mereka mem-block kader-kadernya yang ingin sumbangsi.

Apa memang keberadaan MKGR di Partai Golkar cu­kup diperhitungkan?

Nggak usah diragukan soal itu. MKGR itu ormas yang turut membidani kelahiran Golkar. Sejak awal MKGR merupakan salah satu dari pilar-pilar Golkar. Kala itu, dalam komitmennya, MKGR sudah berhasil melak­sanakan fungsi-fungsi seperti pendidikan, ekonomi dan sosial di Golkar. Ormas ini juga banyak melahirkan banyak tokoh pent­ing Golkar. Karena itu MKGR diperhitungkan.

Khusus untuk MKGR, bu­kan Golkar. Kenapa Anda ingin menjadi Ketua Umum?
Saya mencalonkan diri seba­gai kandidat ketua umum pada Mubes karena ingin membesar­kan ormas ini. Saya sudah memi­liki pengalaman dan turut memb­esarkan organisasi ini. Pernah menjabat sebagai Bendahara Umum, Sekretaris Jenderal dan terakhir Wakil Ketua Umum. Saya berharap melangkah ke jenjang kepemimpinan puncak di organisasi ini, yakni menjadi Ketua Umum. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya