Berita

Dunia

Partai Oposisi Singapura Bersatu Hadapi PAP

SELASA, 11 AGUSTUS 2015 | 15:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sepeninggal Lee Kuan Yew, pendiri Singapura, bulan Maret lalu, partai oposisi di negara pulau itu kelihatannya mendapatkan momentum emas untuk merebut kekuasaan.

Straits Times melaporkan, lima partai oposisi Singapura telah berhasil mengatasi perbedaan mereka selama ini dan sepakat untuk menyatukan kekuatan menghadapi Partai Aksi Rakyat atau PAP dalam pemilihan umum mendatang.

Kemarin (Senin, 10/8), Partai Solidaritas Nasional (NSP) dan Partai Singapura Pertama (Singfirst) mengumumkan pengunduran diri mereka dalam pertarungan memperebutkan kursi di beberapa daerah pemilihan. Langkah ini dilakukan untuk menyatukan suara partai-partai oposisi.


Pemimpin partai-partai oposisi juga disebutkan mulai menyadari bahwa pertarungan di antara mereka dalam memperbutkan kursi di daerah-daerah pemilihan tertentu hanya menguntungkan PAP. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya