Berita

Andi Akmal Pasluddin/net

Harusnya Pemerintah Malu Harga Bahan Pokok Melambung Jelang HUT RI

SELASA, 11 AGUSTUS 2015 | 08:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. DPR RI menyayangkan tingginya beberapa harga bahan pokok khususnya harga daging sapi yang disebabkan langkanya stok daging. Hal ini menunjukkan, bahwa manajemen stok yang dilakukan pemerintah tiga bulan terakhir tidak tertata baik.

"Karena kejadian saat ini merupakan kelalaian kebijakan tiga bulan sebelumnya. Pemerintah harusnya malu, menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-70, malah dihiasi dengan situasi penjajahan akan tingginya harga pangan," kata Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin, di Jakarta, Selasa (11/8).

Ia mengungkapkan, dalam satu pekan kenaikan daging sapi sampai tiga kali di tingkat pemotongan hewan. Dengan tingginya harga daging ini, lanjut Andi Akmal, akan membuat rasionalisasi bagi para pedagang besar daging untuk mengklaim bahwa pemberian izin impor sebesar 50.000 ekor sangat jauh dari kebutuhan. Karena sebelumnya, para importir mengajukan kuota impor sebanyak 250 ribu ekor untuk kuartal tiga 2015.


"Saya sangat berharap, pemerintah dapat segera memberi solusi terhadap tingginya harga daging sapi ini tanpa adanya impor lagi. Jika opsi Impor tetap dilakukan, maka para peternak yang mempersiapkan momentum Idul Adha akan semakin terpuruk pada beberapa bulan ke depan," ujar Andi Akmal.

Ketua DPW PKS Sulsel itu menjelaskan, bahwa setengah kebutuhan nasional daging diserap di wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Artinya, apabila terjadi gejolak harga atau kelangkaan daging, yang paling merasakan dampaknya adalah wilayah-wilayah tersebut.

"Contohnya di sekitar Bandung Raya, seluruh pedagang daging sapi sampai mengajukan mogok jualan mulai Sabtu hingga Rabu mendatang, ini yang membuat pemerintah setempat harus melakukan operasi pasar daging," tutur Andi Akmal.

Lebih lanjut Andi Akmal memaparkan, saat ini harga dipasaran masih terlalu tinggi, yakni mencapai Rp120.000 sampai dengan Rp130.000 per Kilogram (Kg). Menurut Andi Akmal, harga wajar seharusnya maksimal Rp90.000 per Kg.

Meski begitu, Andi Akmal mengapresiasi beberapa pemerintah daerah (Pemda) yang berinisiasi menggelar operasi pasar dengan penjualan harga daging Rp 90.000 per Kg. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya