Berita

Arief Hidayat/net

Jokowi Diundang Beri Sambutan Pertemuan MK Sedunia

SENIN, 10 AGUSTUS 2015 | 15:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat didampingi Sekretaris Jenderal Janedjri M Gaffar dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Arief, kedatangannya itu dimaksudkan untuk beraudiensi dan menyampaikan undangan kepada Presiden untuk memberi sambutan dalam beberapa rangkaian acara peringatan hari ulang tahun MK yang jatuh pada 13 Agustus 2015.

"Kedatangan kami ingin meminta kesediaan Presiden untuk memberi sambutan dan membuka acara-acara dalam rangka ulang tahun MK," kata Arief kepada wartawan seusai diterima Presiden Jokowi.


Rangkaian acara dalam peringatan Hari Ulang Tahun MK, menurut Arief, di antaranya juga ada acara simposium internasional, yang akan dihadiri oleh 250 peserta dari 22 negara, di antaranya terdiri dari presiden dan ketua-ketua MK di seluruh dunia.

"Kami mengundang Presiden untuk jamuan makan malam dengan peserta tersebut tanggal 16 Agustus di Hotel Fairmont, Jakarta. Jamuan makan ini sekaligus memperingati ulang tahun MK yang ke-12," jelas Arief.

Selain itu, Presiden Jokowi juga direncanakan hadir pada acara pembukaan simposium internasional yang akan diselenggarakan di Istana Kepresidenan, pada tanggal 15 Agustus mendatang.

Saat bertemu Presiden Jokowi seperti dikabarkan laman setkab.go.id, Ketua MK Arief Hidayat mengaku juga melaporkan tentang pemilihan Sekjen MK, yang kandidatnya kini tinggal tiga orang, yaitu Budi Achmad Djohari, Ak., Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H, dan Ir. Noor Sidharta, M.H., M.B.A.

"Keputusan ada di tangan Presiden, nanti siapa yang akan ditunjuk untuk menggantikan Sekjen yang sekarang ini. Ketiga orang tersebut adalah Pejabat Eselon II dari MK," ujari Arief seraya menyebutkan, yang terpilih nantinya akan mennggantikan Janedjri M Gaffar yang sudah 12 tahun menjabat dan mampu membangun bersama Ketua MK sebelumnya, yaitu Jimly Asshidiqie, Mahfud MD, dan Akil Mohtar, dan Hamdan Zoelva yang menjadikan MK sebagai lembaga yang prestisius, tidak hanya diakui di tingkat nasional, tapi juga mendapat penghargaan secara internasional. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya