Berita

teten masduki/net

Teten Masduki Menggergaji Visi Nawa Cita Jokowi

MINGGU, 09 AGUSTUS 2015 | 19:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wacana kocok ulang Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo memang terasa maju-mundur. Ini diduga karena masih ada anasir anti-Nawa Cita yang bercokol di Istana Negara.

Anasir inilah yang terus berusaha menggergaji keinginan Jokowi membentuk kabinet yang sungguh-sungguh bisa bekerja mewujudkan janji Nawa Cita dan Tri Sakti Bung Karno.

Sudah ramai dibicarakan di banyak kalangan, bahwa anasir dimaksud antara lain adalah Teten Masduki yang sehari-hari bertugas sebagau Kordinator Tim Komunikasi Presiden Jokowi.


Masalahnya, Teten dianggap kerap melakukan pekerjaan yang bukan merupakan bagian dari rugas pokok dan fungsi jabatan yang diembannya.

Sebagai Kordinator Tim Komunikasi Presiden seharusnya tupoksi Teten Masduki adalah mengkomunikasikan ideologi dan visi kerakyatan Presiden Jokowi kepada rakyat dan dunia luas. Tetapi yang dilakukan Teten sejauh ini adalah menjadi kekuatan lobi kelompok pengusaha tertentu yang dekat dengan dirinya dan kelompok pemuja neoliberalisme.

Sebenarnya tak sedikit, termasuk di lingkungan PDI Perjuangan, yang terganggu dengan manuver-manuver Teten Masduki selama ini yang memberi kesempatan kepada kelompok anti-Nawa Cita dan Tri Sakti untuk mempengaruhi jalannya roda pemerintahan.

Teten memang dikenal memiliki hubungan dekat dan spesial dengan seorang pengusaha yang sempat punya hubungan baik dengan keluarga nomor satu di PDIP. Belakangan dia terlihat aktif memasukkan kelompok neoliberalisme yang sebetulnya merupakan akar masalah pembangunan ekonomi Indonesia ke lingkaran Istana.

Embel-embel sebagai aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) yang disandangnya membuat Teten dapat bergerak leluasa. Sepak terjang Teten Masduki ini pun sudah tercium oleh kelompok aktivis dan relawan pendukung Jokowi.

Sekjen Prodem Satyo Komeng P, misalnya, baru-baru ini meminta agar Jokowi berhati-hati terhadap anasir seperti Teten Masduki yang punya akses maksimal di dalam istana, termasuk dalam hal mempengaruhi proses memperbaiki kinerja pemerintah.

"Dugaan saya orang seperti Teten Masduki salah satunya. Rring satu Jokowi ini adalah bagian dari lobi kelompok neolib untuk menggolkan "agenda" mereka dengan "tipudaya" prorakyat," ujarnya.

Beberapa waktu lalu Teten Masduki mengatakan bahwa dirinya bertugas di belakang layar.

"Kami lebih banyak bekerja di back office, di belakang layar untuk membantu Presiden me­nyiapkan bahan-bahan apa yang harus disampaikan ke publik, atau memilih mana yang tidak perlu," ujarnya.

"Kami berkoordinasi dengan kementerian, karena yang dis­ampaikan Presiden itu harus sejalan dengan apa yang men­jadi program kementerian dan lembaga," demikian Teten. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya