Ketua DPD RI Irman Gusman didaulat menutup Muktamar ke-19 dan peringatan 100 tahun Mathla'ul Anwar.
Dalam sambutannya Irman Gusman mengatakan bahwa Mathla'ul Anwar banyak memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi bangsa dan negara Indonesia, terutama di bidang dakwah, sosial dan pendidikan.
Sesuai makna namanya, Mathla'ul Anwar yang berarti tempat terbitnya cahaya, maka kehadiran organisasi ini untuk pembebasan umat dari kebodohan dan keterbelakangan.
"Tepat sekali tema muktamar kali ini. Albert Einstein menyatakan bahwa ilmu tanpa agama, pincang, dan agama tanpa ilmu, buta," ucap Irman menutup muktamar yang digelar di kompleks Pusdiklat Pandeglang, Banten, Minggu (9/8).
Dalam sambutannya, Irman juga menyampaikan syukur atas undangan kehormatan menutup acara.
"Usianya beda-beda tipis. Karena usia Mathla'ul Anwar yang 10 tahun lebih tua dari Nahdlatul Ulama (NU) dan 4 tahun lebih muda dari Muhammadiyah."
Irman Gusman yang juga senator asal Sumatera Barat ini menutup muktamar ke-19 Mathla'ul Anwar di Pandeglang yang juga dihadiri oleh muktamirin dan pengurus besar Mathla'ul Anwar. Selain itu, dua senator asal Banten, Andiara Aprilia Hikmat dan Ahmad Subadri juga turut menghadiri muktamar itu.
Muktamar kembali memilih KH Ahmad Sadeli Karim LC sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar, sekaligus ketua tim formatur bersama Ketua Majelis Amanah KH Drs Irsjad Djuwaeli MM.
Muktamar dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu kemarin (9/8). Dalam sambutannya saat acara pembukaan, Jokowi menyebutkan bahwa Mathla’ul Anwar mempunyai dua modal, yaitu modal sosial dan modal kultural yang dapat digunakan untuk menyukseskan pembangunan di Tanah Air.
[dem]