Berita

Dunia

Memperingati Hari Jadi ke-48, ASEAN Dituntut Tuntaskan Persoalan Rohingya

MINGGU, 09 AGUSTUS 2015 | 10:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Memasuki hari jadi ke-48 pada 8 Agustus 2015, ASEAN masih dilanda persoalan di bidang Hak Asasi Manusia (HAM). Pembersihan etnis Rohingya sejak berpuluh-puluh tahun lamanya di Myanmar hingga hari ini masih terus berlangsung dan belum terselesaikan.

Koordinator Advokasi Pengungsi di Solidarity Network for Human Rights (SNH) Advocacy Center, Heri Aryanto menerangkan, ini adalah catatan kelam HAM di ASEAN, dimana jutaan orang Rohingya yang telah hidup dan menetap di Myanmar sejak berabab-abab lalu diperangi secara kejam dan tidak tidak manusiawi oleh penduduk mayoritas dan pemerintahnya sendiri.

"Rohingya juga dibiarkan hidup terkatung-katung sebagai pencari suaka dan pengungsi tanpa identitas kewarganegaraan (stateless)," kata Heri dalam rilisnya, Minggu (9/8).


Ia menambahkan, penderitaan Rohingya tidak hanya sebatas itu dan bahkan terus meluas. Mereka menjadi manusia paling teraniaya di muka bumi. Bagaimana tidak, Rohingya menjadi satu-satunya etnis yang tidak diakui di Myanmar, tidak mendapatkan hak pendidikan, tidak boleh menikah tanpa izin pemerintah, tidak boleh memiliki anak lebih dari dua, dan bahkan tidak memiliki kemerdekaan bergerak.

"Sejak lahirnya UU Kewarganegaraan Myanmar tahun 1982, Rohingya telah diperlakukan sebagai imigran gelap di tanah airnya sendiri. Kekayaan alamnya diambil, tempat tinggal dan rumah ibadahnya dihancurkan, harta benda dirampas, dan wanita-wanita Rohingya diperkosa. Fakta menyedihkan ini masih terus terjadi dan tanpa bisa dihentikan oleh ASEAN bahkan PBB sekalipun," ungkap advokat ini.

ASEAN sendiri sebagai lembaga yang menaungi negara-negara di kawasan Asia Tenggara menurutnya harus bisa mengambil peran strategis sebagai lembaga penyelesai persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat ASEAN. Terlebih, apa yang dialami Rohingya sudah merupakan kejadian luar biasa dan patut diduga sebagai pelanggaran HAM berat dalam bentuk genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. ASEAN harus bisa bertindak terhadap Myanmar sesuai komitmennya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan di ASEAN.

"Genosida dan kejahatan kemanusiaan di Myanmar telah mencoreng kredibilitas ASEAN di dunia internasional," ujar Heri.

Untuk itu, momen peringatan hari jadi ASEAN ke-48 tahun ini seharusnya dijadikan sebagai peristiwa bersejarah bagi ASEAN untuk menyelesaikan persoalan HAM di Myanmar dan mengembalikan hak kewarganegaraan penuh Rohingya sebagaimana mandat Resolusi PBB. Komisi HAM yang telah dibentuk ASEAN (AICHR) juga harus dimaksimalkan untuk menjalankan peran-peran strategis ASEAN tersebut.

"Mereka harus bisa berkerja secara nyata dan signifikan dalam menyelesaikan persoalan HAM di Myanmar, tidak cukup hanya melakukan pelatihan, workshop dan penelitian," demikian Heri. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya