Berita

foto:net

Bantuan Pokok PKH Akan Diberikan Sekaligus

MINGGU, 09 AGUSTUS 2015 | 07:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pengentasan kemiskinan menjadi prioritas pemerintah. Salah satunya, dengan kartu sakti, yaitu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Siapa saja yang berhak mendapatkan kartu sakti tersebut merupakan tugas dari pak Kades (kepala desa) untuk melakukan verifikasi dan validasi (veri-vali) data setiap enam bulan sekali," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di sela kunjungan kerja di Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (8/8).

Tahap kedua Program Keluarga Harapan (PKH) tahun ini, lanjut Mensos, seorang anak SMA bisa mendapatkan bantuan PKH dengan bantun pokok Rp 500 ribu dan diberikan sekaligus tidak dalam empat termin.


"Bantuan pokok PKH Rp 500 ribu dan diberikan sekaligus tidak bertahap. Bantuan tergantung dari elemen lain, seperti apa ada ibu hamil, ada balita, atau pun anak sekolah," katanya.

Kunjungan Mensos dilanjutkan dengan meninjau gudang Bulog di Kabupaten Lebak untuk memastikan ketersediaan beras raskin cukup guna memenuhi kebutuhan warga kurang mampu. "Di gudang Bulog Lebak ini, kami tidak menemukan beras impor dan semua beras berasal dari di wilayah Banten," tandasnya.

Secara nasional stok raskin aman hingga Januari tahun depan. Ada sekitar 1,5 juta ton, dimana kebutuhan raskin selama setahun itu kurang lebih 2,7 juta ton. "Jika ada pihak khwatir di masa kemarau ini akan berdampak berkurangnya stok raskin. Maka, melihat stok beras yang ada saya kira tidak beralasan kekurangan malah dijamin aman dan cukup," ucapnya.

Sementara itu, jembatan Asa di Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten itu merupakan bantuan dari masyarakat melalui stasiun televisi swasta nasional yang diharapkan membantu anak-anak pergi ke sekolah, mempermudah jalur ekonomi dan layanan kesehatan dari satu desa ke desa lainnya.

Masih ada lima jembatan asa lainnya yang menggalang dana dari masyarakat. Walaupun baru diresmikan masih terasa bergoyang-goyang, karena memang jembatan gantung. Dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 7,5 miliar dan jembatan asa di desa ini dibangun sepanjang delapan meter dengan lebar 1,2 meter. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya