Berita

Duh, Banteng Kebon Sirih Gak Tahu Beda Panja dan Pansus

KAMIS, 06 AGUSTUS 2015 | 22:09 WIB

. DPRD DKI Jakarta memutuskan membentuk panitia khusus (pansus) terkait laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah provinsi (pemprov) 2014.

Bahkan, berdasarkan hasil rapat internal Pansus LHP BPK perdana, di DPRD, Kebon Sirih, kemarin (Rabu, 5/8), mereka memutuskan menyoroti enam dari sekitar 70 temuan badan independen itu.

Rinciannya, mengenai pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat, seluas 6,9 hektare dengan nilai Rp1,5 triliun. Kemudian, tentang kerja sama aset di Mangga Dua, penyertaan modal pemerintah (PMP) pada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), dan penyerahan aset Imbreng.


Kelima, menyangkut biaya operasional pendidikan (BOP). Dan terakhir, tentang kelebihan pembayaran premi asuransi. Padahal, menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 13/2010, khususnya Pasal seharusnya dewan membentuk panitia kerja (panja), bukan pansus, dalam menindaklanjuti audit BPK tersebut.

Menyikapi ini, Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI, Cinta Mega berkilah, tak ada beda antara pansus dengan panja.

"Buat kita sami mawon, sama saja," ujarnya kepada RMOL Jakarta di gedung dewan, beberapa saat lalu (Kamis, 6/8).

Wakil ketua Pansus LHP BPK ini lantas membeberkan perbedaan antara pansus dengan panja menurut pandangannya.

"Panja itu secara global. Kalau pansus, tugasnya membahas satu masalah. Karena ini khusus aset, makanya kita bentuk pansus," bebernya.

Padahal, panja merupakan unit kerja sementara yang dibentuk tiap alat kelengkapan dewan (AKD) guna mengefisienkan kinerjanya. Dengan demikian, hal-hal terkait panja, baik masa kerja, tugas, keanggotaan, pertanggungjawaban, hingga pembubarannya, ditetapkan AKD yang membentuknya.

Tapi, ada beberapa atura terkait panja ini. Misalnya, susunan keanggotaan didasarkan pada perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi, jumlah anggotanya separuh dari jumlah anggota AKD terkait, dan dipimpin pimpinan AKD.

Sementara pansus, keanggotaannya ditetapkan melalui paripurna sesuai perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. Jumlahnya, sekurang-kurangnya 10 orang dan sebanyak-banyaknya 50 orang.

Pimpinan pansus pun bersifat kolektif, yang pemilihannya dilakukan oleh dan dari anggota pansus dalam rapat internal yang dipimpin pimpinan dewan. Masa tugasnya pun terbatas, sebagaimana keputusan paripurna.

Dalam paripurna pula pansus dibubarkan seraya menetapkan tindakan-tindakan dewan selanjutnya sesuai hasil kerja pansus tersebut. Itu bentuk pertanggungjawaban kinerja pansus. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya