. Posisi Indonesia sangat strategis dan memiliki arti penting dalam konteks geostrategis regional dan global, karena selain memiliki potensi sumber daya yang luar biasa besar, juga terletak pada jalur pelayaran dunia dan titik-titik chokepoint yang vital bagi ekonomi dunia.
Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi ketika menyampaikan paparannya selaku keynote speech pada Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh Dinas Hidro-Oceanografi Angkatan Laut (Dishidros) dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia ke-94 di Discovery Convention Center, Ancol, Jakarta (Rabu, 5/8).
Menurut KSAL, saat ini perekonomian global semakin bergantung pada transportasi laut, dimana 90 persen pergerakan komoditi dunia dilakukan melalui laut dan 40 persen dari lalu lintas perkapalan dunia melalui perairan Indonesia.
"Fakta ini menunjukkan betapa pentingnya arti laut Indonesia, tidak hanya untuk bangsa kita, tetapi juga untuk negara-negara lain," kata Ade Supandi dalam rilis Dispenal.
Untuk memajukan kesejahteraan umum bangsa Indonesia, lanjut KSAL, hanya dapat dicapai apabila Indonesia memaksimalkan pemanfaatan potensi ekonomi yang ada di laut. Potensi kelautan Indonesia, kata dia, meliputi perikanan, transportasi laut, industri maritim, wisata bahari dan potensi bahan tambang mineral maupun energi.
"Bayangkan betapa pesatnya pertumbuhan ekonomi negara kita apabila potensi itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemakmuran bangsa. Oleh karenanya, pengelolaan laut bukan lagi pilihan apabila Indonesia ingin mencapai tujuan nasional, tapi suatu keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri," tegasnya.
Seminar nasional ini bertujuan untuk memperoleh masukan para pakar dari berbagai pemangku kepentingan sebagai bahan dalam merumuskan kebijakan terkait dengan peran Dishidros dalam mendukung kebijakan pemerintah, menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan diharapkan dapat memberikan sumbang saran dalam proses pembangunan kelautan nasional yang berkesinambungan serta peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dengan tema 'Peran Hidrografi dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah Menjadikan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia'.
Kegiatan ini juga merupakan refleksi dan tekad Dishidros dalam mensukseskan keberhasilan program lima pilar dalam Poros Maritim yang digagas Presiden Joko Widodo dan Wapres M. Jusuf Kalla, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan perdagangan bebas dunia. Peserta yang terlibat dalam seminar nasional terdiri dari seluruh stakeholder kelautan, pengamat politik, pengamat militer bidang maritim, NGO yang consern di bidang kelautan, Akademisi dari perguruan tinggi yang membuka program studi kelautan, pihak swasta di bidang survei dan pemetaan serta unsur TNI Angkatan Laut sendiri.
Hadir dalam kesempatan tersebut para asisten KSAL, pejabat utama Mabesal, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, Waasrena Kasal Laksamana Pertama TNI Ir. Achmad Djamaludin, Kadishidros Laksamana Pertama TNI Daryanto, Kadispenal Laksamana Pertama TNI M. Zainudin, Wadan Seskoal Laksamana TNI A. Djonie Gallaran, dan pejabat lainnya.
[rus]