Berita

KH Ma'ruf Amin/net

MUKTAMAR NU KE-33

Pimpinan Syuriah PBNU Terpilih: Sebenarnya Beban Ini Terlalu Berat

KAMIS, 06 AGUSTUS 2015 | 02:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sidang pleno pemilihan Rais Aam Syuriyah dalam Muktamar Nahdlatul 'Ulama (NU) ke-33 di Jombang Jawa Timur, Rabu (5/8) malam, menetapkan KH Mustofa Bisri menjadi pucuk pimpinan NU. Sedangkan wakilnya dipercayakan kepada  KH Ma'ruf Amin.

Namun, Gus Mus sapaan Mustofa Bisri tidak hadir dalam pleno yang dipimpin KH Ahmad Muzakki itu. Selanjutnya, KH Ma'ruf mewakili Gus Mus untuk berpidato di depan muktamirin.

"Pertama kali, sungguh tugas yang diberikan oleh para anggota AHWA (ahlul halli wal aqdi) kepada kami untuk memimpin Syuriah Nahdlatul 'Ulama periode lima tahun ini merupakan satu tanggung jawab yang besar, yang sebenarnya beban ini terlalu berat bagi kami semua," katanya.


Namun, karena kepercayaan itu datang dari para ulama yang mendapatkan mandat dari seluruh cabang dan wilayah, KH Ma'ruf dan seluruh Rais Aam Syuriyah pun akan menjalankannya.

"Maka dengan segala kerendahan hati dan permohonan sebesar-besarnya atas segala kekurangan, terpaksa kami menerima tugas ini sebagai rasa kepatuhan kami kepada para ulama," jelasnya.

Ketua MUI bidang fatwa itu menambahkan, beratnya tanggung jawab dan beban yang dipercayakan kepada Rais Aam Syuriyah tidak lepas dari besar dan kompleksnya tantangan yang harus dihadapi ke depan. Misalnya, berkaitan dengan aliran, pikiran serta akidah-akidah yang menyimpang.

"Begitu juga berbagai tantangan-tantangan baik ekonomi, politik sosial budaya. Ini menjadi satu yang menurut kami sangat berat. Oleh karena itu kami mengajak para ulama ahlussunah wal jamaah untuk secara bersama-sama kita besarkan, kita kuatkan jamiyah Nahdlatul 'Ulama ini," ujarnya.

Kepada jajaran pengurus yang nanti terbentuk, KH Ma'ruf juga mengajak untuk sama-sama bekerja lebih keras sesuai dengan tantangan yang akan dihadapi. Ia mengharapkan pasca muktamar nanti NU kembali bersatu.

"Mari kita kuatkan akidah ahlussunah wal jamaah. Tentu sebagai Syuriyah, kami ajak semua pihak untuk penguatkan kembali kepemimpinan ulama di Nahdlatul 'Ulama seperti yang digariskan oleh pendirinya. Mari kita satukan kembali, saya, ketua (Gus Mus), kami merasa bersyukur sekali. Walaupun awalnya ada ketengganan-ketegangan sebagai bagian dinamika, tapi akhirnya kita kembali bersatu menyatu dan kompak untuk menghadapi tugas-tugas yang akan datang," pungkasnya seperti dikabarkan JPNN. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya