Berita

Ahmad Riduan Hasibuan/net

Hukum

Aktivis Sumut: KPK Harus Utuh Bongkar Kasus Gatot!

RABU, 05 AGUSTUS 2015 | 02:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta tidak setengah-setengah menangani kasus Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho. Artinya, kasus yang sudah menjeratnya yakni suap hakim PTUN Medan harus dilihat utuh, bermula dari kasus dana Bantuan Sosial (Bansos), Dana Bantuan Hibah (DBH) dan dana Bantuan Dana Bawahan (BDB).

"KPK harus manyentuh hulunya, jangan hilirnya saja. KPK harus tuntas menangani kasus ini," kata aktivis asal Sumut Ahmad Riduan Hasibuan yang juga Bendahara Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Jakarta, Rabu (5/8).

Jelas Riduan, kasus ini sudah lama menyeruak ke publik, seakan tidak ada progress secara hukum membuat kasus ini kembali mereda seiring dengan gerakan mahasiswa dan aktivis anti korupsi juga mereda.


Mantan Presiden Mahasiswa IAIN Sumut ini menambahkan, awalnya publik dikejutkan dengan OTT terhadap Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara yang juga dihubungkan dengan kasus yang sama, namun KPK tidak tuntas ke akar masalahnya, dan hanya berhenti terhadap Hidayat.

Sekarang, kasus ini kembali terungkap dengan pintu masuk kasus suap hakim PTUN Medan. Harapannya, kasus ini secepatnya terselesaikan sampai pada akar-akarnya. KPK diharapkan bisa menuntaskan kasus ini sampai selesai dan tidak gantung hanya kepada Gatot. (Baca: Nyanyian Gubernur Gatot Bakal Buat Sumut Gempar)

"Jika kasus BDB dibongkar tentu saja akan banyak nama kepala daerah di Sumut sebagai penerima dana tersebut. Kasihan saja kalau ini dijadikan fitnah politik menjelang Pilkada serentak yang diantara nama nama calon kepala daerah yang sudah daftar di KPU juga disebut terinjeksi dana ini. Apalagi bisa terbukti bersalah dalam kasus ini akan menjadi masalah panjang dan sangat merepotkan nanti," papar pemuda yang diketahui berasal dari daerah Labuhanbatu Utara ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya