Berita

Hillary-ous

SELASA, 04 AGUSTUS 2015 | 15:44 WIB | OLEH: MUHAMMAD TAKDIR

SEBUAH manuver brilian baru saja dilakukan Hillary Clinton, front-runner kandidat Presiden 2016 di tubuh Partai Demokrat.

Saat kontroversi email masih menggayuti kampanyenya, Hillary merilis seluruh dokumen tax records dan laporan kesehatannya Jumat pekan lalu. Tidak hanya itu, sesaat setelah merilis dokumen-dokumen tersebut, gerak ofensif segera dilakukan Hillary dengan mengunjungi Miami, Florida. Kota ini merupakan homebase bagi  mantan Gubernur Jeb Bush dan Senator Marco Rubio, dua saingan utama Hillary dari Partai Republik.

Email, laporan pajak keuangan dan catatan kesehatan Hillary adalah pertaruhan politik. Dokumen-dokumen itu mungkin barang bagus untuk menjadi berita (newsworthy), sekaligus amunisi bagi lawan-lawan politik Hillary menuju kursi kepresidenan. Kontroversi penggunaan private email oleh Hillary selama menjabat Menlu AS misalnya, kini menjadi "political baggage" yang akan selalu menghantui kredibilitas reputasi Hillary.


Keputusan Hillary menghadapi seluruh kontroversi itu bukan langkah ringan. Para lawan politiknya, baik di tingkat primary Partai Demokrat maupun Partai Republik pasti akan menjadikannya target kampanye negatif. Kultur politik AS yang sangat brutal dipastikan akan melakukan scrutiny dan background check terhadap seluruh kelemahan yang dimiliki Hillary. Soal email pribadi kemungkinan menjadi gate pertama. Hillary dianggap tidak bisa membedakannya dengan kepentingan dinas.

Target lainnya, reputasi Hillary dan Bill Clinton sebagai elite partai dan mantan penguasa AS. Status itu menjadikan keduanya sebagai representasi komunitas 1 persen, istilah yang merujuk pada golongan orang-orang kaya AS (upper society). Antisipasi tudingan politik ini yang melatari mengapa Hillary memutuskan lebih cepat merilis tax records yang berasal dari penghasilan keduanya selama tujuh tahun (2007-2014). Untuk membuktikan bahwa Hillary masih bagian dari middle class Amerika yang terus berjuang. Sama seperti working class lainnya, salah satu blok konstituen yang sangat penting.  

Keterangan clean bill of health juga bukan tanpa dasar. Hillary dituding menghadapi masalah kesehatan serius setelah terkena blood clot pada akhir 2012. Hillary relatif sudah cukup tua memulai petualangan politik di 1600 Pennsylvania Ave. Kita bisa menyebutnya innocuous, tetapi para pesaing Hillary akan selalu menonjolkan fakta bahwa mantan "first lady" itu akan berusia 68 tahun pada Oktober 2015. Artinya, jika Hillary terpilih, dirinya akan menjadi orang kedua tertua yang memulai kepresidenan setelah Ronald Reagan.

Seluruh langkah scrutiny itu penting. Dalam konteks kultur politik kita, pemahaman cara kerja birokrasi yang benar, kesehatan dan kepatuhan wajib pajak merupakan civic foundation yang harus ditegakkan lebih dahulu oleh mereka yang memburu public office di Indonesia.

Jika Hillary saja mampu melakukannya secara hilarious, maka para politisi kita juga mestinya bisa. Demokrasi kita harus dibuat terbuka dan hilarious. Bukan hilarious dengan umbul-umbul dan baliho. Tetapi hilarious dalam visi dan sikap terhadap check and balance. Itulah esensi demokrasi yang hilarious. [***]

Penulis adalah analis-kolumnis situasi internasional dan domestik. Saat ini sedang menetap di Jenewa. Bisa dihubungi pada akun Twitter @emteaedhir.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya