Berita

net

Politik

MUKTAMAR NU KE-33

Panitia Abaikan Seruan Gus Mus, Muktamar Kembali Bergolak

SELASA, 04 AGUSTUS 2015 | 15:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Suasana Muktamar NU di Jombang kembali memanas. Protes para muktamirin kembali menggema karena panitia tetap menerapkan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) padahal sudah dibatalkan pejabat sementara Rais Aam.

"Panitia kembali mempermainkan proses muktamar. Saat ini sidang Komisi Organisasi kembali digiring untuk melegalkan Ahwa. Padahal Almukarram K.H Mustofa Bishri (Gusmus) selaku pejabat Rois Amm sudah menginstruksikan agar kembali ke AD-ART dan membatalkan Ahwa," ujar Ketua Umum Tanfidz PWNU Jawa Tengah, Prof. Abu Hafsin, Selasa (4/7).
br> Para Ketua dan Rois Syuriah NU seluruh Indonesia sudah menyatakan menolak keras upaya penerapan sistem AHWA yang dipaksakan panitia muktamar.

Secara formal organisatoris dan konvensi yang berlaku, sebut Hafsin, seharusnya komisi ini membahas keseluruhan hal-hal terkait pengembangan organisasi. Bukan kembali membahas Ahwa.

Secara formal organisatoris dan konvensi yang berlaku, sebut Hafsin, seharusnya komisi ini membahas keseluruhan hal-hal terkait pengembangan organisasi. Bukan kembali membahas Ahwa.

"Panitia muktamar tak hanya menyalahi AD-ART tetapi juga tidak mencerminkan ahlakul karimah seperti yang diamanatkan Gus Mus," katanya.

"Saya menyesalkan fatwa Gus Mus diabaikan, dan panitia malah memulai lagi dengan tindakan yang kurang sesuai dengan etika Pesantren. Panitia seolah mempermainkan para Rois Syuriah NU yang notabene adalah Kiai-kiai sepuh," sambungnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya