Berita

ilustrasi/net

Diduga Selingkuh, Anggota DPRD dari Hanura Akan Ditindak Tegas

SENIN, 03 AGUSTUS 2015 | 17:56 WIB | LAPORAN:

. DPC Hanura Bekasi meminta maaf terkait dugaan tindakan asusila (perselingkuhan, red) yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD setempat, Saefulloh dengan wanita bersuami.

"Ini mencoreng nama baik partai, sekaligus menjadi pelajaran dan catatan penting bagi kami di partai,” ujar Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bekasi, Hendra Jaya di Bekasi, Senin (3/8).
 
Saefulloh saat ini tercatat aktif sebagai kader Hanura. Menurut Hendra, Partai Hanura akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai.
 

 
"Sepenuhnya akan kami proses sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku di Partai Hanura, yakni berdasarkan AD/ART Partai,” ujar dia.

Disisi lain, pihaknya masih terus melakukan penelusuran dan mengumpulkan bukti-bukti kebenaran terjadinya peristiwa asusila itu. Saefulloh, menurutnya, juga akan diproses di Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bekasi.
 
"Jika hal itu benar terjadi, sekali lagi kami tegaskan, kami akan mengikuti aturan sesuai mekanisme partai dalam menyelesaikan persoalan. Sebagai anggota DPRD, yang bersangkutan juga akan diproses dengan tata cara atau tata tertib melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bekasi. Jika benar terbukti, maka Partai Hanura akan memberikan sanksi yang terberat adalah menonaktifkan beliau sebagai kader partai Hanura. Ketika mekanisme partai sudah berjalan akan dilakukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW),” papar Hendra Jaya.
 
Ketua PAC Partai Hanura Kabupaten Bekasi, Miman Gozali menyampaikan, kronologis kejadian yang diterimanya berkenaan dengan peristiwa perselingkuhan yang dilakukan oleh Saefulloh.
 
"Setahu kami, mereka telah menikah pada tanggal 6 Juli 2015 dan status yang dinikahi adalah janda di Gedung Kartini, Cikarang. Bukti dari pada itu semua akan dibawa untuk memutuskan isu yang beredar sampai saat ini dan secara agama mereka kawin sah,” terangnya.
 
Miman Gozali menambahkan, pada saat kejadian itu terjadi miskomunikasi antara istri Saefulloh dengan Ketua Rukun Tetangga setempat. Disaat hendak melapor, lanjut Miman, Ketua RT pergi itikaf sampai selesai bulan puasa. "Ketika hendak melapor mereka telah didatangi duluan oleh Ketua RT dan Ketua RW setempat. Jadi, tidak ada penggerebekan dalam kejadian itu,” ujarnya.
 
Sebelumnya dilaporkan, seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial S digerebek warga saat bertamu ke rumah seorang istri seorang pelaut di Perumahan Villa Gading Perumahan 3, Kabupaten Bekasi pada Sabtu 18 Juli 2015 malam.
 
Diduga kuat, anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang berasal dari Partai Hanura itu memiliki hubungan khusus dengan perempuan tersebut.
 
Terkait peristiwa itu, Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi memanggil anggotanya yang berinisial S. Pemanggilan itu dilakukan setelah S digerebek penduduk saat bertamu hingga larut malam di rumah perempuan bersuami. Sedangkan suami perempuan itu tidak berada di rumah karena bekerja sebagai pelaut. "Kami ingin meminta klarifikasinya,” kata anggota Badan Kehormatan, Nyumarno, belum lama ini.
 
Nyumarno menjelaskan, bila S terbukti melakukan perbuatan asusila, Badan Kehormatan akan mengembalikan S kepada partainya. Sebab, perbuatan asusila dianggap sebagai aib yang bisa mencoreng institusi DPRD.
 
"Ini harus tuntas, agar masyarakat paham dan tidak menimbulkan asumsi-asumsi yang buruk di lingkungan,” ucap Nyumarno.
 
Saefulloh digerebek bersama perempuan berinisial E pada 18 Juli 2015. Saat itu sudah larut malam dan mereka tengah berduaan di kediaman E di Perumahan Villa Gading Harapan 3, Kabupaten Bekasi.
 
Warga perumahan itu curiga karena saat itu suami E tidak berada di rumah. Masyarakat akhirnya ramai-ramai mendatangi dan menggerebek rumah E. Kepada masyarakat, S mengaku sudah menikahi E secara agama.
 
Ketua RT setempat, Imanudin, menuturkan sudah meminta konfirmasi dari sejumlah pihak ihwal pengakuan S tersebut.  Hasilnya, "Memang dibenarkan jika S dengan E sudah menikah secara agama,” katanya. [sam]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya