Berita

Politik

Kualitas Pemimpin Hasil Pilkada 2015 Rendah

MINGGU, 02 AGUSTUS 2015 | 20:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hasil dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun ini akan sangat minimalis. Bisa dipastikan bahwa Pilkada 2015 tidak banyak melahirkan pemimpin daerah yang kapabel, punya kompetensi tinggi dan reputasi yang teruji.

Begitu dikatakan politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo dalam pesan elektroniknya, Minggu (2/7).

Buktinya, kata dia, tidak sedikit calon kepala daerah yang latarbelakangnya bermasalah. Salah satunya, ada calon dengan latarbelakang eks narapidana.


"Persiapan setiap pasangan calon Kepala daerah pasti hanya terfokus pada strategi pemenangan. Tetapi, kualitas dan kompetensi kepemimpinan mereka belum dipersiapkan dengan matang. Inilah titik lemah dari proses menghadirkan pemimpin daerah," papar Bendahara Umum Partai Golkar yang karib disapa Bamsoet ini.

Sedikitnya, menurut dia, ada dua aspek yang akan dipertaruhkan ketika pemerintah bersikukuh merealisasikan Pilkada serentak tahun ini. Pertama, apakah Pilkada di 269 daerah pemilihan (Dapil) akan berjalan dengan aman, lancar dan bersih, atau harus diwarnai kericuhan hingga konflik massa pendukung di akar rumput?

Pertaruhan kedua menyangkut kualitas pemimpin daerah produk Pilkada serentak ini. Kualitas dan kompetensi pasangan calon pemimpin daerah layak dipersoalkan karena begitu banyak masalah dalam proses pencalonan di berbagai daerah. Termasuk juga aksi mahar politik atau suap politik untuk memperoleh dukungan partai.

Sebagaimana diketahui, hingga Sabtu (1/8) malam, KPU mengumumkan bahwa jumlah daerah yang hanya bisa menghadirkan calon tunggal telah berkurang menjadi 11 daerah dari sebelumnya 12 daerah. Sudah ada penambahan satu pasangan calon di Kabupaten Serang, Banten, yang terdaftar atas nama Ahmad Syarif Madzkrullah dan Aef Saefullah. Keduanya didukung Partai Gerindra, Hanura dan PBB.

Nah, dari kecenderungan ini, kata Bamsoet, sudah tergambar kesulitan partai politik menghadirkan calon pemimpin daerah yang mumpuni, jika Pilkada 2015 dilaksanakan serentak di 260 kabupaten/kota dan sembilan provinsi. Kemampuan Parpol menghadirkan hanya satu pasangan calon mungkin tidak hanya terjadi pada 11 Dapil itu saja. Parpol di banyak daerah lain diduga juga mengalami kesulitan yang sama.

"Kalau sekarang sudah terdaftar 828 pasangan calon, patut diduga banyak pasangan calon yang tampil karena dipaksakan. Karena itulah muncul sinisme publik tentang adanya pasangan calon boneka," tukas Bamsoet.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya