Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) mengecam keras tindakan Danrem 052 Wijayakrama Kolonel Infantri Mohamad Zamroni yang mencabut dan membuang spanduk bergambar Presiden Joko Widodo milik Pospera.
Spanduk itu berisi ucapan selamat datang kepada Jokowi yang hadir di puncak peringatan Hari Keluarga Nasional di Lapangan Sunburst, Jalan Boulevard BSD Timur, Tangerang Selatan.
Menurut Pospera, berikut ini adalah kronologi pencopotan spanduk itu seperti disampaikan Ketua Pospera DPD Banten Ahmad Yuslizar.
Tanggal 29 Juli Aktivis Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) DPD Banten memasang spanduk mengucapkan selamat datang kepada Presiden Joko Widodo yang akan menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional di Lapangan Sunburst, Jalan Boulevard BSD Timur, Tangerang Selatan.
Tanggal 1 Agustus Pukul 9.00 WIB
Sekitar 25 kader Pospera berkumpul di spanduk milik Pospera tak jauh dari lokasi acara.
Karena ada gambar Jokowi, tak sedikit anggota masyarakat yang berfoto bersama spanduk Pospera itu.
Pukul 10.00 WIB
Kader Pospera berfoto bersama dengan spanduk yang bertuliskan Musuh Kita Bukan Suku Agama dan Antar Golonganâ€. Saat itulah aparat dari Korem 052 Wijayakrama datang dan melarang serta mengusir mereka.
Pukul 11.00 WIB
Negosiasi gagal. Kader Pospera diusir. Mereka didorong dan terpaksa mundur sekiatr 300 meter dari lokasi.
Pukul 11.10 WIB
Danrem 052 Wijayakrama Kolonel Infantri Mohamad Zamroni datang dan berama anak buahnya mencopot spanduk yang hanya berisi ucapan selamat datang dan bergambar Presiden Jokowi yang sudah dipasang di tempat itu pada tanggal 29 Juli.
Selain itu, ada sekitar enam spanduk lain yang juga dicopot, dibuang dan dilemparkan ke jalan.
[dem]