Berita

iwan sumule/net

Politik

Tak Ada Pilihan Lain, Jokowi Harus Dilengserkan

MINGGU, 02 AGUSTUS 2015 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Joko Widodo (Jokowi) tak bisa dipertahankan lagi. Memasuki triwulan ketiga tahun pertama masa tugasnya, Jokowi terbukti gagal menjalankan dan mengelola negara.

Begitu disampaikan Jurubicara Aktivis Pro Demokrasi Iwan Sumule melalui pesan elektronik kepada redaksi, Minggu (2/7).

"Mempertahankan Jokowi sebagai presiden sama saja membiarkan kebodohan merajalela," tegas Iwan Sumule.


Segala harapan yang digembar-gemborkan bila Jokowi memimpin negara pada musim kampanye pilpres lalu, sebut Iwan Sumule, tidak terbukti. Salah satunya terkait nasib rupiah. Dolar dijanjikan akan turun ke Rp 10.000 tapi nyatanya kini malah ambruk dan bertahan di kisaran Rp 13.000-an.

Jokowi, sebut Iawn Sumule, menambah utang negara lebih dari 32 miliar dolar tapi utang itu tidak memberikan manfaat dan dampak terhadap ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Jokowi, sebut aktivis 1998 ini, juga ternyata presiden yang anti demokrasi. Baru-baru ini Jokowi mengusulkan kembali dimasukkannya pasal penghinaan presiden dalam KUHP. Padahal, pasal ini telah dicabut oleh Mahkamah Konstitusi pada 2006 lalu.

Di Dalam pemerintahan Jokowi yang baru memasuki triwulan ketiga, korupsi dan suap juga merajalela.

"Tak ada pilihan lain bagi kita, Jokowi harus segera dilengserkan. Kemarin Jokowi dianggap sumber harapan, sekarang sumber masalah. Kemarin Jokowi adalah kita sekarang tidak lagi," ajak Iwan.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya