Berita

Bang Yos: Pencopotan Spanduk Jokowi oleh Tentara Disaksikan Masyarakat

MINGGU, 02 AGUSTUS 2015 | 15:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aktivis Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) DPD Banten ingin mengibarkan bendera untuk menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo pada puncak Hari Keluarga Nasional di Lapangan Sunburst, Jalan Boulevard BSD Timur, Tangerang Selatan, Banten (Sabtu, 1/8).

Selain mengibarkan bendera, kelompok relawan pendukung Jokowi ini juga bermaksud menambah spanduk ucapan selamat datang untuk Presiden Jokowi.

Tetapi, upaya mereka dihentikan oleh aparat TNI dari Korem 052 Wijayakrama.


"Ada puluhan spanduk yang sudah terpasang dua hari sebelumnya. Dan itu tak masalah. Tetapi ketika ingin mengibarkan bendera (Pospera) dipersoalkan. Mungkin kami dikira demonstran anti Jokowi," ujar Ketua Pospera DPD Banten Ahmad Yuslizar.

"Padahal justru kami ingin menyatakan dukungan," sambung pria yang kerap disapa Bang Yos ini.

Menurut Bang Yos, miskomunikasi itu sebetulnya bisa dielakkan. Tapi sayang, pihak Korem yang dipimpin langsung oleh Danrem 052 Wijayakrama tidak memberi ruang dialog.

Dia menyayangkan karena tak sedikit anggota masyarakat yang menyaksikan aksi pencopotan dan pembuangan spanduk bergambar Jokowi itu.

"Kalau mau dicopot harusnya diangkat dan dibawa, jangan dibuang ke jalanan. Kan, masyarakat banyak melihat," masih ujar Bang Yos.

Bang Yos juga mengatakan, anggota masyarakat yang menyaksikan pencopotan spanduk bergambar Jokowi itu pun merasa heran mengapa spanduk bergambar Jokowi dicampakkan.

"Mereka merasa aneh juga, karena mereka berfoto di situ. Ada ratusan spanduk di sana, tapi yang memasang foto Jokowi  hanya dari Pospera," demikian Bang Yos. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya