Berita

Sofyan Djalil/net

Wawancara

WAWANCARA

Sofyan Djalil: Harga BBM Dievaluasi, Tapi Tidak Berubah Sampai Akhir Agustus

MINGGU, 02 AGUSTUS 2015 | 10:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Direktorat jenderal Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa terjadi pada Agustus, September, atau Oktober mendatang.

Prediksi kenaikan disampaikan direktur Jenderal Migas IGN Wiratmadja melalui laman resmi ditjen Migas. Menurut Wirat, jika naik pada Agustus, harga Premium diperkirakan mencapai Rp 8.000-8.200 per liter. sedangkan harga solar belum naik karena gejolak di pasar dunia tidak signifkan.

Perhitungan harga Premium Rp 8.600 per liter berasal dari direktorat terhadap harga minyak dunia selama enam bulan terakhir. Perhitungan juga berdasarkan asumsi kurs seharga Rp 12.989 per dolar AS.


Menyikapi hal itu, Menko Perekonomian  sofyan djalil memastikan tidak ada perubahan harga BBM sampai akhir Agustus 2015.

Berikut kutipan selengkapnya:

Anda yakin harga BBM tidak naik pada Agustus?
Ya, rasanya nggak ada perubahan harga sampai akhir Agustus.

Bukankah seharusnya ada evaluasi harga BBM?
Berdasarkan prinsip saya, seharusnya akan ada evaluasi harga BBM berdasarkan harga keekonomian. Namun, beberapa waktu lalu, Pertamina sempat memberikan harga di bawah keekonomian.

Jadi?
Kami juga perlu menunggu konfrmasi terlebih dahulu oleh pihak Pertamina dan juga Menteri ESDM.  sebab, harga BBM sepenuhnya berada pada kewenangan keduanya. di tempat lain terjadi penurunan crude. Tapi kan  ada kekurangan. Artinya kita nggak mematok harga pasar sesungguhnya.

Jadi tidak naik ya?
Untuk akhir Agustus diperkirakan tak ada perubahan harga BBM. kalaupun ada evaluasi pada Agustus nanti cuma statement saja, bahwa tidak ada penurunan atau kenaikan.

O ya, kerugian Rp 12 triliun yang dialami PT Pertamina, bagaimana?
Itu karena pada saat harga minyak tengah naik, harga BBM sempat ditahan untuk tidak naik. Maka Pertamina perlu diberikan kompensasi yakni saat minyak dunia turun, harga tidak ikut turun atau berubah.

Bagaimana cadangan beras?

Untuk cadangan beras masih aman hingga Oktober 2015. Jika cadangan beras tidak lagi mencukupi, impor pun bisa dilakukan. kami lihat sampai Agustus-September ini, berapa pengumpulan beras oleh Bulog (Badan Urusan Logistik). kalau bisa beli beras dalam negeri, kami beli.

Kami telah memprediksi tidak akan terjadi musim panen pada akhir tahun ini. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya