Berita

PM najib rajak/net

DANA POLITIK

PM Najib Bersedia Buka-bukaan, Tapi Ada Syaratnya

SABTU, 01 AGUSTUS 2015 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bersedia membuka sumber pendanaan partai pemerintah, Barisan Nasional atau Umno, apabila partai oposisi juga bersedia melakukan hal yang sama.

Penegasan ini disampaikan Najib beberapa saat lalu (Sabtu, 1/8) menjawab tuduhan bahwa Umno menggunakan uang negara dalam kampanye terakhir.

"Saya dapat menjelaskan sumber dana politik (Umno) hanya bila oposisi juga bersedia melakukan hal yang sama, khususnya DAP (Democratic Action Party) dan PKR (Partai Keadilan Rakyat)," ujar Najib seperti dikutip dari Straitstimes.


Najib juga mengatakan, dirinya pernah berusaha mengeluarkan undang-undang transparansi pendanaan politik di tahun 2009 lalu. Namun upaya ini digagalkan DAP. Najib menambahkan, dirinya siap untuk memulai kembali proses legislasi tersebut.

"Saya tak masalah, saya bisa membuat daftar siapa saja yang memberikan donasi kepada partai untuk transparan. Tetapi DAP tidak setuju untuk mempublikasi pendanaan politik," sambungnya.

Mengapa DAP tidak setuju?

"Karena mereka menyembunyikan sesuatu," ujar Najib ketika menerima delegasi Umno Seremban.

Kelompok oposisi menuding Najib menerima dana sebesar 700 juta dolar AS dari investor 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Saat ini kasus tersebut sedang diselidiki.

Najib sendiri sudah mengeliminasi pihak-pihak di dalam pemerintahannya yang menurut dia main mata dengan oposisi. Dia telah me-reshuffle kabinetnya hari Selasa. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya