Berita

Syaifullah Tamliha/net

Kiai Said Layak Kembali Pimpin NU

KAMIS, 30 JULI 2015 | 21:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perebutan kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menarik diikuti.

Sejauh ini ada tiga kandidat yang bersaing ketat untuk memperebutkan Ketua Umum Tanfidziyah (pelaksana). Mereka adalah incumbent KH Said Aqil Siradj, Wakil Ketua Umum PBNU As'ad Said Ali, dan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahudin Wahid.

Anggota Majelis Pembina Nasional Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Syaifullah Tamliha menjagokan KH Said Aqil Siradj untuk kembali memimpin ormas Islam terbesar di Indonesia ini.


Alasannya, Kiai Said merupakan teman akrab mantan Ketum PBNU Abdurahman Wahid (Gus Dur) selama menempuh pendidikan di Timur Tengah.

"Pendidikan di Timur Tengah sangat penting bagi pemimpin NU karena disitu lahirnya Ahlussunnah waljamaah. Jadi Kiai Said tidak hanya paham tapi sudah sangat mumpuni terhadap pedoman NU," kata Syaifullah kepada wartawan, Kamis (30/1).

Alasan lainnya, kata anggota Komisi I DPR ini, Kiai Said berhasil memimpin NU. Ada 25 perguruan tinggi NU yang didirikan selama lima tahun Kiai Said menjabat.

"Ini prestasi luar biasa dan belum dilakukan pemimpin NU sebelumnya," klaim dia.

Dan yang lebih penting lagi, kata dia, Kiai Said tidak membawa kepentingan partai politik ke dalam NU.

"Kiai Said bukan orang yang mengikuti aliran politik praktis dan tidak akan membawa NU kepada partai politik," katanya.

Politisi PPP ini menambahkan, sesuai tradisi NU yang ada biasanya incumbent dipersilakan kembali untuk memimpin dan diganti bila yang bersangkutan sudah tidak bersedia untuk memimpin kembali. Ini bisa dilihat dari kepemimpinan NU sejak Idham Khalid, Gus Dur hingga Hasyim Muzadi.

"Jadi tradisi ini harus terus dilanggengkan," harap dia.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya