Berita

Jemmy setiawan/net

Perkuat Partai Demokrat, Barisan Aktivis Prodemokrasi Dapat Tugas Khusus

RABU, 29 JULI 2015 | 23:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

DPP Partai Demokrat menerima bergabungnya aktivis pro demokrasi lintas generasi. Mereka bergabung untuk memperkuat departemen yang khusus dibuat ketua umum partai, Soesilo Bambang Yudhoyono, guna mengantisipasi dan mencegah perilaku korupsi, baik dalam internal partai maupun secara umum.

"Sesaat bergabung, untuk mengefisiensi gerakan, langsung dilakukan rapat kordinasi perdana di kawasan Senayan hari ini (Rabu, 29/7)," kata Jemmy Setiawan Ketua Departemen Kerjasama KPK kepada redaksi.

Ditambahkan Jemmy, hadirnya para aktivis yang sejak awal memang sangat  anti pada perilaku korupsi langsung membahas agenda kerja dengan penyusunan program kerja lima tahun.

Sebagai ketua DPP urusan KPK Jemmy mengaku sangat senang dengan bergabungnya para aktivis-aktivis lama pegiat anti korupsi.

Dia yakin mereka adalah orang-orang yang terseleksi yang memegang teguh prinsip anti korupsi sehingga langsung cocok  bergabung dengan Departemen Urusan KPK DPP Demokrat.  

Disebutkan Jemmy, mereka yang bergabung di antaranya Andes Soesman, mantan aktivis SMKR/FMN, Nanang Qosim ketua bidang dakwah GPI, Syaril Fausi, aktivis FPPI Jogjakarta, Moh Murtadho mantan aktivis ISMAHI dan juga Arif Arianto aktivis IMM.

Ferdinan Kurniawan ketua umum Gema Indonesia  yang juga bergabung merasa lebih percaya diri untuk dapat bekerja maksimal di rumah baru nya Partai Demokrat.

"Harapan kami adalah berkerja di partai Demokrat untuk kemaslahatan umat dan bismilah kami bekerja di partai ini," ujar Ferdi yang menduduki Ketua Biro Antar Lembaga urusan KPK di Partai Demokrat.

Pengurus Harian Partai Demokrat yang juga hadir adalah Erma Harialijana meyakini, hadirnya para aktivis ini akan membawa perubahan. Sebab, mereka adalah organizer sejati yang punya skill pengorganisiran.

"Bergabungnya mereka akan membuat partai ini semakin dinamis. Dan tentu akan menambah kekuatan partai," ujarnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya