Berita

ilustrasi/net

Lebih Baik Polisi Dilatih Anti Suap dan Mengayomi Rakyat

RABU, 29 JULI 2015 | 10:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Publik media sosial mengomentari wacana Polisi dilatih ber­tempur oleh Kopassus. Tweeps berharap, kekompakan Polisi dan TNI tambah erat dengan pelatihan bersama.

Lewat jejaring sosial Twitter, Facebook, dan Kaskus, ratusan netizen mengutarakan pendapatnya. Beberapa netizen setuju, dengan alasan untuk meningkatkan ke­mampuan anggota Brigade Mobil (Brimob). Namun, beberapa meno­laknya.

Akun @prabowoarif00 misal­nya, mengkritik langkah Kapolri Badrodin Haiti mengirim surat kepa­da Panglima TNI terkait permintaan pelatihan Raider untuk Brimob oleh Kopassus. "Jangan deh. Bahaya ntar kalau terjadi keributan antar aparat keamanan," kicaunya.


Akun @fpanindra keberatan den­gan rencana Kapolri melatih Brimob menjadi pasukan berkualifikasi Raider. Menurutnya, Brimob tidak perlu dilatih secara militer, sebab Brimob aparat sipil. "Gile aja kalau dijadiin tentara," kicaunya.

Akun @haji78_haji menyarankan pimpinan Polri dan TNI tidak meng­gabungkan aparat sipil dan militer dalam satu kursus pendidikan. "Apa untung ruginya?" tanyanya.

Akun @paTogarMiox menegas­kan, latihan Raider hanya cocok diperuntukan bagi anggota TNI. Namun, katanya, tidak cocok buat Polisi yang bertugas menegakkan hukum sipil. "Fungsinya kan jelas beda banget. Ini Kapolri gimana sih," cuitnya.

Akun @set140 berharap, Brimob tetap mempertahankan perannya sebagai polisi sipil, bukan militer. "Brimob seharusnya menggunakan cara cara sipil dalam bertindak," ingatnya.

Akun @jakasep menilai, kemam­puan Brimob sekarang sudah baik. Tidak kalah dalam hal menggunakan senjata dibandingkan TNI. "Kalau mau polisi itu dilatih mengayomi rakyat, dilatih anti suap korupsi, nepotisme dan tegakkan hukum seadil-adilnya," sarannya.

Akun @saptoseven bilang, hanya buang-buang anggaran dan tenaga kalau anggota Brimob dilatih TNI. Sebab, ilmu pelatihan militer tidak akan banyak berguna menghadapi masyarakat.

"Sekarang nggak ada perang. Yang penting tuh Brimob dan TNI damai," imbaunya.

Sebaliknya, akun @wytt399 me­muji langkah Kapolri meminta TNI melatih Brimob. Dia menduga, Polri ingin meningkatkan kualitas ang­gota Brimob untuk menyelesaikan sebuah kasus. "Kapolri pasti ada alasan kuat di balik plan tersebut," dukungnya.

Akun @antodaryanto mendukung wacana Brimob dilatih Kopassus kalau tujuannya untuk meningkat­kan kemampuan fisik dan mental. "Bagus juga kalau demi persaha­batan yang lebih erat antara aparat kita," belanya.

Akun @tafiaro berasumsi, mung­kin Brimob merasa perlu mendapat latihan tempur karena dalam aksinya untuk mengejar gerombolan tero­ris ataupun separatis mereka sering mendapat perlawanan keras. "Jika tujuannya untuk menangkap teroris bagus aja," kicaunya.

Akun @atr.009 menyarankan, Brimob meminta bantuan TNI saja ketika menemui kesulitan saat men­jalankan tugas menumpas pelaku kriminalitas. "Biar gampang kalau butuh bantuan Raider, Polri tinggal bilang ke TNI, ntar juga dibantu dengan ikhlas," celotehnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Syaifullah Tamliha angkat bicara soal permintaan Brimob yang ingin dilatih menjadi prajurit elite infan­teri TNI AD. Dia memandang baik hal tersebut.

"Jika untuk saling memperbaiki itu bagus, saling memperkuat in­stansi dan SDM positif-positif saja. Jadi menurut saya nggak ada salahnya, mungkin dikesempatan lain dari TNI bisa lakukan pelati­han keamanan. Bertukar seperti itu pelatihan atau dilatih saya kira sah-sah saja," katanya.

Lebih lanjut politikus PPP itu berharap publik tak perlu khawatir berlebihan. Menurutnya, sekalipun memiliki skill militer, jika berhada­pan langsung dengan masyarakat, polisi tidak boleh berlebihan karena dipayungi undang-undang.

"Buat meningkatkan kemampuan memberantas teroris itu bagus. Misalnya dalam kasus Poso, Brimob mungkin kesulitan keluar masuk hutan. Setelah dilatih TNI diharap mereka lebih cekatan," katanya.

Syaifullah menilai, latihan Raider tentu bakal memberi banyak keun­tungan untuk Brimob sebagai unit penindak, atau unit reaksi cepat di Korps Bhayangkara.

Menurutnya, kursus Raider ber­barengan juga dapat bermanfaat untuk mendekatkan dua kesatuan. Dengan hal tersebut, bentrok pada Polri serta TNI dapat dijauhi lan­taran pernah ikuti pendidikan ber­barengan.

Hanya saja, Syaifullah meng­harapkan, latihan militer tak merta bikin Polri jumawa serta menyetara­kan diri dengan TNI. Sebab, menu­rut dia, Brimob adalah sipil yang terlatih. Selain itu, polisi adalah unit penegak hukum.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebelumnya menyurati Panglima TNI ditembuskan ke KSAD, Irwasum Polri dan jajaran petinggi Polri bernomor B/3303/VII/2015 perihal permohonan mengikut­sertakan personel Korps Brimob Polri dalam diklat Raider TNI AD di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, tahun anggaran 2015-2016. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya