Berita

Lamen Hendra Saputra/net

Pertalite Bukan Solusi Selagi Harga BBM Ikut Pasar

RABU, 29 JULI 2015 | 10:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru yang diluncurkan PT Pertamina, Pertalite bukan solusi.

Demikian disampaikan aktivis Lamen Hendra Saputra kepada Kantor Berita politik RMOL, Rabu (29/7).

Dalam pekan terakhir ini di SPBU-SPBU khususnya di wilayah DKI Jakarta sudah ada pompa bahan bakar baru, Pertalite. Uji pasar bahan bakar yang memiliki kadar oktan antara RON 90 ini merupakan upaya pemerintah untuk melakukan prakondisi dalam memperkenalkan jenis bahan bakar baru ini kepada masyarakat.


Tapi, kata Lamen, pemerintah lupa bahwa esensi yang diinginkan oleh masyarakat adalah kebijakan yang tegas dan pro rakyat, sesuai dengan cita-cita preambul undang-undang dasar, untuk memajukan kesejahteraan umum maka dibentuklah UUD 1945 sebagai dasar konstitusi, sumber dari segala macam sumber hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

"Jadi, mau berapa pun jenis BBM yang akan dijual oleh Pertamina jika mekanisme penjualan dan penetapan harganya masih menggunakan mekanisme pasar, ya jelas masih merugikan rakyat. Karena hari ini kita beri contoh, Pertalite diperkenalkan memiki kadar oktan antara RON 90 dengan harga promosi Rp.8.400 per liter, jika mekanisme penetapan harganya masih mengikuti mekanisme pasar maka tidak menutup kemungkinan jika harga minyak dunia bisa mencapai Rp.10.000 bahkan lebih," beber alumni Fakultas Hukum UBK ini.

Menurut Lamen, kembalikan dulu regulasinya yang sesuai dengan semangat UUD 1945, sehingga peran negara menjadi terlihat disana. Jika semua harus mengikuti pasar, seberapa banyak pun jenis BBM baru dengan berbagai macam besaran kadar oktannya, tidak akan berimplikasi terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Bahkan terkesan hanya sekedar bagi-bagi proyek di kekuasaan saja, maka berubahlah fungsi negara menjadi perusahaan," demikian mantan Ketua Umum UKM Budaya dan Seni Universitas Bandar Lampung ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya