Berita

bambang ps brodjonegoro/net

Menkeu: APBN-P 2015 Kedepankan Kualitas Belanja

RABU, 29 JULI 2015 | 09:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Revisi APBN-2015 menjadi APBN-P 2015 berhasil dilakukan baik dari sisi penerimaan, belanja, dan pembiayaan, dengan tetap mampu menjaga defisit dalam batas aman.

APBN-P 2015 dibuat mengedepankan kualitas belanja, dengan menghemat anggaran subsidi BBM Rp 211,3 triliun untuk direalokasikan ke pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan sosial. Dalam APBN-P 2015, untuk pertama kalinya juga anggaran infrastruktur dan pangan lebih besar dari subsidi energi.

"Anggaran infrastruktur naik 63,2 persen dari Rp 178 triliun dalam APBN 2014 menjadi Rp 290 triliun," kata Menteri Keuangan RI Bambang PS Brodjonegoro pada acara Investor Forum Singapura, di Hotel Shangrila Singapura, Selasa (28/7).


Anggaran infrastruktur ini untuk menopang pembangunan jalan baru sepanjang 2.650 km, jalan tol 1.000 km, pemeliharaan jalan 46.770 km, pembangunan rel kereta api 2.159 km, pembangunan rel dalam kota 1.099 km, pembangunan 24 pelabuhan baru, pengembangan 59 pelabuhan, dan pembangunan 15 bandara baru serta perluasan 20 bandara.

Sementara itu, prospek perekonomian dunia saat ini belum menunjukkan pemulihan yang berarti. Dalam World Economic Outlook edisi Juli, IMF menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,5% (kajian April) menjadi 3,3%, ekonomi AS dari 3,1% menjadi 2,5%, ekonomi Tiongkok tetap 6,8%, dan ekonomi ASEAN-5 dari 5,2% menjadi 4,7%. Namun, proyeksi perekonomian pada 2016 akan lebih baik, dengan pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan 3,8%, AS 3%, Tiongkok 6,3%, dan ASEAN-5 5,1%.

Perlambatan ekonomi, lanjut Menkeu, terjadi di hampir penjuru dunia. Khusus Indonesia, perlambatan ekonomi pada kuartal I-2015 bersifat sementara karena pada kuartal-kuartal berikutnya akan meningkat didukung oleh kebijakan fiskal yang kuat dan pencairan anggaran pemerintah.

"Bloomberg composite memprakirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh dalam tiga kuartal berikutnya, yakni 5 persen pada kuartal II dan masing-masing 5,4 persen pada kuartal III, IV, dan kuartal I-2016 untuk kemudian naik menjadi 5,7 persen pada kuartal II-2016," tutur Menkeu.

Beberapa kebijakan stimulus sudah dikeluarkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti mendirikan tim evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran/TEPRA, pencairan PMN, revisi tax allowance, pemberlakuan tambahan bebas Visa untuk 30 negara, revisi aturan pengadaan barang dan jasa, revisi PPnBM untuk barang mewah, kenaikan pendapatan tidak kena pajak, dan revisi tarif bea masuk.

"Yang dalam proses adalah regulasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat kerjasama skema PPP dan non-PPP untuk pembangunan infrastruktur, revisi tax holiday, subsidi bunga KUR untuk UKM, dan insentif pajak untuk industri perkapalan," jelas Menkeu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya