Berita

Denny JA Tak Menyangka Bukunya Kalahkan Karya Shakespeare

SELASA, 28 JULI 2015 | 14:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Buku Fang Yin's Handkerchief (sapu tangan Fang Yin) karya Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA berhasil menjadi best seller atau terlaris di toko buku online terbesar dunia, Amazon.com. Buku ini bahkan melampaui buku sastrawan legendaris dunia seperti William Shakespeare, Jalaluddin Rumi, Kahlil Gibran, Allan Poe, Walt Whitman, Homer dan satrawan lain.

Meski begitu, Denny JA yang juga salah satu sastrawan Indonesia mengaku tidak menyangka bukunya akan sebooming itu.

"Sayapun tak menduga," ujar Denny JA dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/7).


Menurutnya ada beberapa hal yang membuat bukunya cukup diminati tak hanya di dalam negeri namun juga pembaca luar negeri. Salah satunya, adalah isu diskriminasi yang ia angkat dalam buku yang mengisahkan cinta dalam setting kerusuhan tahun 98 di era reformasi itu.

"Isu yang diangkat adalah kisah penting di negara Indonesia yang merupakan wilayah muslim terbesar, yakni diskriminasi. Bagi pembaca Barat yang menjadi mayoritas pembeli, isu ini dianggap seksi, membangkitkan rasa ingin tahu mereka," jelasnya.

Tidak hanya itu, Denny juga mengaku membawa genre baru dalam kesusatraan Indonesia yaitu inovasi dalam dunia puisi.

"Saya memperkenalkan genre baru puisi esai, yaitu puisi yang beropini seperti esai untuk sebuah isu sosial. Bentuknya seperti cerpen yang dipuisikan, penuh dengan data, dan catatan kaki selayaknya paper akademis," lanjutnya.

Buku Sapu Tangan Fang Yin bercerita tentang salah seorang wanita etnis Tionghoa yang menjadi korban pemerkosaan pada kerusuhan 1998. Ia marah dan keluarganya pindah ke Amerika. Namun Indonesia kemudian berubah. Perlakuan terhadap etnis Tionghoa semakin baik. Fang Yin juga akhirnya berubah dan kembali ke Indonesia. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya