Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Mbak Rachma: Ngapain Puti Guntur Ngomong Pancasila di Jepang?

SELASA, 28 JULI 2015 | 12:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh nasional yang juga putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri mempertanyakan langkah Puti Guntur Soekarno yang menyampaikan pidato "Pancasila Bintang Penuntun" di Jepang minggu lalu.

"Ngapain Puti Guntur di Jepang ngomong tentang Pancasila? Sementara di Indonesia belum meluruskan kiblat bangsa kembali ke UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara bukan pilar negara, serta mencabut Tap MPRS 33/67," sebut dia dalam pesan singkatanya kepada redaksi, Selasa (28/7).

Manurut Mbak Rachma sapaan akrab pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno dan Universitas Bung Karno (UBK) ini, semua itu telah dihancurkan oleh partainya Puti sendiri, PDIP dan Megawati Seokarnoputri (Ketum PDIP).


"Jadi untuk apa jauh-jauh ke negara yang notabene pernah menjajah kita (Jepang). Berbusa-busa ngomong Pancasila, sedang di negara sendiri tidak dilaksaakan, bahkan terjadi deSoekarnoisasi," ungkapnya.

"Ingat kata Bung Karno, loro-loroning atunggal. Pancasila dan UUD 1945 adalah dua jadi satu. Jadi, jangan asbun, bipolar! Luruskan kiblat dan segera cabut Tap MPRS 33/67, baru bicara soal ajaran Soekarno," tukas Mbak Rachma menambahkan.

Seperti diberitakan sebuah media, cucu pertama Proklamator dan Presiden pertama RI Soekarno, Puti Guntur Soekarno bersama orangtuanya, Guntur Soekarnoputra-Heni Guntur dan suaminya, Johansyah Jaya Kameron terbang ke Tokyo, Jepang, pada Rabu (22/7) lalu. Disana, Puti Guntur menyampaikan pidato kebudayaan bertajuk "Pancasila Bintang Penuntun" dalam peresmian Pusat Riset Soekarno di Universitas Kokushikan, di Setagaya, Tokyo. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya