Berita

Baru Dikukuhkan, Kornas Fokal IMM Langsung Kritik Revolusi Mental Jokowi

SELASA, 28 JULI 2015 | 12:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM) periode 2015-2020 baru saja dikukuhkan.

Dalam sambutan pengukuhan itu, Ketua Umum Ko Armyn Gultom sempat mengkritisi jargon revolusi mental pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang belum nampak meski pemerintahan sudah berjalan 9 bulan.

"Publik masih belum melihat efektivitas gerakan revolusi mental yang menjadi jargon politik Jokowi saat kampanye," kata Armyn dalam pengukuhannya di Hotel Sari Pan Pasifik, MH Thamrin, Jakarta, Selasa (28/7).


Jokowi, lanjutnya, tidak cukup mampu mengatasi bahkan mengantisipasi gejolak ekonomi. Pemerintah Jokowi juga tidak mampu mengatasi masalah penegakan hukum dan kemacetan reformasi birokrasi.

"Pelambatan ekonomi telah memukul daya beli masyarakat," sambungnya.

Armyn mengingatkan agar kondisi ini bisa menjadi alarm karena bisa menimbulkan gejolak sosial bahkan politik yang dapat merugikan.

"Membengkaknya APBNP 2015 sebesar Rp 282,40 triliun harus benar-benar tepat sasaran dan terukur tingkat keberhasilannya," ungkapnya.

Hadir dalam acara pengukuhan ini, Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Sekjen Perindo M Rofiq, dan beberapa politisi lain yang menjadi anggota Kornas Fokal IMM. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya