. Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM) periode 2015-2020 baru saja dikukuhkan.
Dalam sambutan pengukuhan itu, Ketua Umum Ko Armyn Gultom sempat mengkritisi jargon revolusi mental pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang belum nampak meski pemerintahan sudah berjalan 9 bulan.
"Publik masih belum melihat efektivitas gerakan revolusi mental yang menjadi jargon politik Jokowi saat kampanye," kata Armyn dalam pengukuhannya di Hotel Sari Pan Pasifik, MH Thamrin, Jakarta, Selasa (28/7).
Jokowi, lanjutnya, tidak cukup mampu mengatasi bahkan mengantisipasi gejolak ekonomi. Pemerintah Jokowi juga tidak mampu mengatasi masalah penegakan hukum dan kemacetan reformasi birokrasi.
"Pelambatan ekonomi telah memukul daya beli masyarakat," sambungnya.
Armyn mengingatkan agar kondisi ini bisa menjadi alarm karena bisa menimbulkan gejolak sosial bahkan politik yang dapat merugikan.
"Membengkaknya APBNP 2015 sebesar Rp 282,40 triliun harus benar-benar tepat sasaran dan terukur tingkat keberhasilannya," ungkapnya.
Hadir dalam acara pengukuhan ini, Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Sekjen Perindo M Rofiq, dan beberapa politisi lain yang menjadi anggota Kornas Fokal IMM.
[rus]