Berita

Kwik Kian Gie/net

Publik Bisa Marah dengan Hitung-hitungan Harga Premium Kwik Kian Gie

SELASA, 28 JULI 2015 | 08:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pernyataan ekonom senior Kwik Kian Gie mengenai hitung-hitungan harga BBM jenis premium yang disinyalir pemerintah mendapatkan untung besar sekitar Rp.84 triliun per tahun menjadi perhatian publik. (Baca: Apakah Pemerintah Bisa Menghitung Harga Bensin?)

Pasalnya, hal tersebut dinilai masyarakat merupakan pembodohan publik dilakukan oleh pemerintah, karena tak berani menerima tantangan Kwik dalam menghitung harga premium. (Baca: Pemerintah Emoh Ladeni Tantangan Kwik Kian Gie)

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, masyarakat geram jika apa yang dinyatakan Kwik mengenai hitungan harga premium benar. Dan untuk menjawab keresahan masyarakat, sebaiknya DPR sebagaimana fungsinya menjemput bola mengundang Kwik, untuk menjelaskan perhitungan harga premium di DPR.


"DPR harus bertindak reaktif. Pasalnya, dengan mengungkap harga premium yang sebenarnya, sama halnya dengan DPR mengungkap jaringan korupsi mafia migas, karena pemerintah selalu menyatakan rugi jika BBM diturunkan walaupun minyak dunia turun, hal itu menjelaskan jika memang ada kerugian negara yang perlu diungkap," tegas Panji dalam keterangannya, Selasa (28/7).

Jelas dia, pemerintah sebaiknya tidak memandang sebelah mata hal tersebut dengan melakukan klarifikasi hitungan harga premium ke publik.

"Rakyat saat ini marah dan mengingatkan pemerintah, ini tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak negatif dan jangan salahkan rakyat jika kemarahannya memuncak lalu memicu aksi besar-besaran," tukas Panji. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya