Berita

gatot dan istri/net

Hukum

Gatot dan Istri Penuhi Panggilan KPK dengan Pakaian Serasi

SENIN, 27 JULI 2015 | 12:12 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho dan istri, Evy Susanti memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini (Senin, 27/7).

Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka M. Yagai Bhastara alias Gerry yang tertangkap tangan memberikan suap kepada tiga hakim dan seorang panitera di PTUN Medan.

Pasangan suami istri itu tiba di Gedung KPK sekita pukul 09.35 WIB. Gatot mengenakan baju batik bermotif warna hijau dan sang istri serasi dengan berbaju wana hijau juga. Selain itu kuasa hukum mereka berdua, Razman Arif Nasution hadir untuk mendampingi mereka.


Namun, Gatot dan Evy tidak memberikan pernyataan apapun kepada awak media, mereka berdua langsung bergegas memasuki Gedung Antirasuah itu.

Sedangkan Razman tidak seperti biasanya. Ia tidak banyak berkomentar terkait pemeriksaan kedua kliennya tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa Gatot dan Evi siap diperiksa hari ini.

"Intinya Pak Gatot dan Ibu Evi siap diperiksa sebagai saksi hari ini. Itu saja dulu ya," ucap Razman.

Dalam kesempatan lain, Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji mengatakan, pemeriksaan hari ini tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sebab, agenda hari ini adalah sesuai dengan permintaan dari mereka sebagai saksi yang tidak dapat memenuhi panggilan KPK pada hari Jumat kemarin.

"Seharusnya (pemeriksaan) jadi, sesuai kesanggupan dan permintaan mereka untuk diperiksa Senin," kata Indriyanto saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (26/7). Ia menjelaskan, dua orang tersebut akan ditanyai hal yang sama, yakni terkait sumber uang suap yang diberikan Gerry kepada hakim PTUN Medan.

"(Soal sumber uang) salah satunya dari sekian banyak topik yang akan ditanyakan kepada mereka," terang Indriyanto. Namun demikian ia mengaku tidak dapat menjelaskan lebih detil lagi terkait pemeriksaan tersebut, karena akan berdampak pada keamanan saksi dan penyadaran alat bukti.

"Ini masalah pendalaman atas penyidikan yang tidak bisa dipublikasikan. Dampaknya (pada) keamanan jiwa saksi-saksi dan penyadaran alat bukti," ucapnya. Saat ditanyai apakah itu berarti akan ada tersangka lain dalam kasus ini, Indriyanto pun enggan berkomentar. Ia tidak membantah, pun tidak membenarkan pertanyaan tersebut. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya